Posted in Islam

Hidayah, Apakah Ditunggu?

(52) Dan sesungguhnya Kami telah mendatangkan sebuah Kitab (Al Quran) kepada mereka yang Kami telah menjelaskannya atas dasar pengetahuan Kami; menjadi petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.

( 53 )   Tiadalah mereka menunggu-nunggu kecuali (terlaksananya kebenaran) Al Quran itu. Pada hari datangnya kebenaran pemberitaan Al Quran itu, berkatalah orang-orang yang melupakannya sebelum itu: “Sesungguhnya telah datang rasul-rasul Tuhan kami membawa yang hak, maka adakah bagi kami pemberi syafa’at yang akan memberi syafa’at bagi kami, atau dapatkah kami dikembalikan (ke dunia) sehingga kami dapat beramal yang lain dari yang pernah kami amalkan?”. Sungguh mereka telah merugikan diri mereka sendiri dan telah lenyaplah dari mereka tuhan-tuhan yang mereka ada-adakan.

(TQS. Al-A’raf/7 ayat 52-53)

Izinkanlah aku memulai posting ini dengan firman dari Allah Swt. Dengan maksud ingin mengingatkan diriku sendiri sekaligus kita semua, yang sejatinya hanyalah seorang hamba. Hamba Allah. Yang tidak memiliki apapun kecuali Allah memberikan “sesuatu” kepada kita.

Mungkin kalimat yang pernah terdengar di masyarakat, di saat diseru untuk melakukan suatu kewajiban atau perintah Allah adalah “hmm aku belum dapet hidayah nih, nanti aja deh” Kemudian ada lagi kalimat “Wah, wajar sih dia jadi ustad kayak gitu, dia udah dapet hidayah” di kala seseorang melihat seorang ustad mualaf yang sekarang sudah sangat gencar dengan dakwahnya.

Pertanyaannya : Benarkah hidayah itu sesuatu yang memang harus ditunggu? Benarkah hidayah itu murni kehendak Allah, lantas kita tak perlu melakukan apapun?

Sebenernya mari kita ketahui dulu apa sebenarnya yang dimaksud dengan hidayah? Hidayah adalah petunjuk. Sekarang mari kita analogikan, aku ingin pergi ke rumah temanku di suatu daerah yang belum aku kenal sebelumnya. Sehingga, aku meminta temanku memberikan petunjuk menuju rumahnya. Nah, temanku ini memberiku petunjuk jalan ke rumahnya, kira-kira begini :

Setelah sampai di jalan raya, lurus saja kemudian saat bertemu dengan putaran pertama, lurus. Nah disini jangan ambil jalan yang menyerong, tapi kamu nanti memang agak memutar mengikuti jalannya kemudian lurus. Setelah lurus, kamu akan menemui perempatan, di perempatan itu nanti akan ada gedung warna merah, lurus saja kemudian kamu ikuti saja jalannya sampai ketemu pertigaan lalu belok kanan. Setelah belok kanan, kamu lurus sampai melihat palang tulisan “Thariqul” di sebelah kanan jalan. Nah, dari sana kamu lurus lagi sampai ke perempatan yang kedua barulah belok kanan. Setelah itu lurus dan belok kiri di belokan pertama. Nah, rumahku di jalan itu, cari saja yang pagar warna hijau, dinding rumahnya warna kuning. 

Apa yang kalian pikirkan setelah membaca petunjuk jalan menuju ke rumah temanku. Wah, aku saja rasanya tidak ingin membacanya sampai selesai, ribet, pusing, bingung, jalannya panjang amat sih. Susah, males ah! Nah, kebanyakan reaksi manusia saat diberi petunjuk, saat diberi nasihat, ya seperti ini, Tak peduli, acuh dan bodo amat!

Padahal sebenarnya hidayah Allah itu di mana-mana! Apakah itu? Al Quran dan Sunnah. Allah sudah memberikan hidayah yaitu petunjuk hidup bagi siapa yang mau mengambilnya. Lantas, masihkah kita bertanya di mana hidayah Allah? Masihkan kita akan berdiam diri di jalanan gelap, padahal kalau kita berjalan tentu kita akan melihat bahwa jalan kita itu tidak buntu. Masihkah kita menunggu datangnya hidayah? Masihkah kita berdalih bahwa kita memang belum mendapat hidayah?

“……..menjadi petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.”

Padahal jelas kalimat di atas bahwa Al Quran itu telah diturunkan sebagai hidayah. Sekarang tinggal pilihan kita, apakah masih tetap akan menunggu atau menjemput hidayahNya untuk bisa sampai ke rumahNya, yaitu surga yang mulia.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s