Road to OSCE KBK II

Malam ini sudah menunjukkan waktu pukul 00:55 di laptopku, saat aku menulis kalimat pertama ini. Lampu di kamarku masih menyala terang, menemaniku bergalau ria alias berpikir, dengan semua hal yang mampir di kepalaku. Aku ingin menulis, tapi tak kutemukan suatu topik yang cocok. Hingga akhirnya aku berkelana membuka tab baru di browserku, meninggalkan tab new post ini terbengkalai. Aku pun tiba di sebuah blog anak pendidikan dokter FK UGM yang lebih senior dariku. Tak terasa sudah banyak sekali post yang aku baca pada halaman blognya karena aku senang dengan gaya menulisnya ditambah lagi dia juga menuliskan beberapa pengalamannya saat menjadi mahasiswa pendidikan dokter.

Semua itu membuka mataku dan membuatku sadar bahwa di blogku ini aku bahkan belum pernah berbagi cerita tentang pendidikan yang sedang aku tempuh sekarang. Baik, jadi izinkan aku memperkenalkan diri secara singkat dulu (bagi yang belum kenal). Aku menjadi mahasiswa pendidikan dokter FK UGM mulai tahun 2013 dan sekarang aku sudah menyelesaikan 4 semester di kampus tercinta ini. Perjalanan 4 semester ini tidak bisa dibilang mulus karena begitu banyak perjuangan yang harus aku tempuh. Mungkin di lain waktu, aku akan membahas perjuangan selama menjadi mahasiswa pendidikan dokter, karena sekarang aku ingin lebih membahas topik yang berkaitan dengan judul.

OSCE KBK II

Anak kedokteran pasti udah pada tahu apa itu OSCE. Jadi, OSCE itu singkatan dari Objective Structured Clinical Examination, di mana aku bilang sih ini adalah ujian praktek dokter-dokteran. Ya, jadi mahasiswa kedokteran akan berperan sebagai dokter dan akan ada pasien simulasi (orang sehat yang sudah dilatih untuk menjadi pasien) yang akan diperiksa dan dilakukan tindakan yang sesuai. Di FK UGM sendiri, OSCE diadakan setiap akhir tahun, jadi di tahun pertama aku sudah menjalani OSCE KBK I dan di akhir tahun kedua ini, OSCE KBK yang kedua sudah menanti.

Nah, yang membedakan OSCE KBK II dengan I itu kalo yang pertama mayoritas bahkan semuanya itu masih prosedural dan hasil pemeriksaannya masih normal sedangkan osce yang kedua tidak hanya prosedural namun sudah ada hasil pemeriksaan yang abnormal sehingga kami harus bisa mendiagnosis penyakit pasien serta menyarankan pemeriksaan penunjang untuk pasien. Yang pasti, lebih kompleks. Ga bisa kayak tahun pertama lagi yang kalo udah selesai pemeriksaan masih bisa ngomong “Ya, bapak/ibu tadi sudah saya lakukan pemeriksaan dan hasilnya normal ya, tidak ada kelainan” Terus yang ngebedainnya lagi, kalo tahun pertama form penilaiannya masih pake checklist sedangkan tahun kedua ini form penilaiannya sudah pake rubrik (Alhamdulillah form rubriknya dibagiin, at least ga buta-buta amat)

DI OSCE KBK II ini ada 10 stase yaitu:

  1. IPM for Neurology/Musculosceletal/Skin Cases
  2. IPM for Abdominal Problems
  3. IPM for Lung/Breast Problems
  4. IPM or EKG interpretation for Cardiology Problems
  5. IPM for ENT/Eye Problems
  6. Splint/Bandaging
  7. NGT and Injection
  8. Urinary Catheter
  9. Skin suturing and suture removal
  10. Pap smear/IVA

Dan kurang lebih seminggu lagi menuju OSCE KBK II. Mohon doanya semoga OSCE KBK II saya dilancarkan dan hasilnya sukses. Aamiin.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s