This is my OSCE KBK 2

Sehari sebelum osce, tepatnya 10 jam menuju OSCE KBK 2. Aku sudah berbaring di atas kasur memejamkan mata mencoba tidur, namun sudah lama aku pejamkan mata, justru aku tak kunjung tertidur. Mungkin memang ini salahku karena hari-hari sebelumnya aku biasa tidur pukul 12, bahkan bisa pukul 1. Malam ini aku berencana pukul 10 sudah tidur agar keesokan harinya tidak bangun telat. Sebenarnya aku akan bangun pagi untuk sahur namun karena kebiasaanku setelah solat subuh tidur lagi dan aku bisa bangun pukul 8 atau 9 setelahnya, akhirnya aku bertekad setelah subuh tidak tidur lagi!

Akhirnya hingga hampir pukul 11, aku belum kunjung tertidur, aku justru mengecek handphone. Namun, aku mencoba lagi memejamkan mata dan alhamdulillah aku pun tertidur. Hingga keesokan harinya aku bangun pukul 4, sahur, solat subuh dan aku tidak tidur lagi. Tiga jam menuju osce, aku masih membuka rubrik, merecall ingatanku tentang apa yang telah aku pelajari. Saat jam menunjukkan pukul 7 kurang, aku pergi ke FK, parkir motor di kantong parkir, berjalan ke gedung Grha Wiyata dengan keadaan FK yang masih sepi, melewati lantai 2 GW yaitu tempat osce berlangsung, hingga naik ke lantai 3, tempat aku dan teman-temanku akan dibriefing sebelum osce. Oke, daripada bagian pembukaannya kepanjangan, udah ga sabar kan aku cerita tentang osce :p So here we go..

Kamis, 2 Juli 2015. Waktu menunjukkan hampir pukul 8, semua peserta osce kloterku sudah hadir di ruangan. Kami memang disuruh tiba setengah jam sebelum osce dimulai, yang berarti pukul 7.30 kami sudah harus berada di ruangan. Nah, jangan sampe telat lho, karena kalo telat bisa bahaya banget, ga boleh ikut osce dan ngurusinnya ribet. Setelah diberikan penjelasan tentang mekanismenya dan persiapan di lantai 2 telah siap, kami pun turun ke lantai 2, duduk di depan kursi ruangan masing-masing, berdoa bersama dan segera masuk ke ruangan saat bel berbunyi. Stase pertamaku memang sesuai dengan urutan yang ada yaitu stase pertama tentang IPM neuro/muskulo/kulit

Stase pertama

Memasuki ruangan, aku segera menuju ke meja dokter, menandatangani daftar hadir, dan segera menuju ke meja pasien simulasi karena soalnya di sana. Kloterku mendapatkan stase neuro. Soal stase pertama kira-kira begini.

Seorang wanita usia 23 tahun mengeluhkan nyeri kepala. Lakukan anamnesis, cek suhu, px fisik yg sesuai, sebutkan 3 kemungkinan diagnosis, dan pemeriksaan penunjang. Setelah membaca soal, aku segera menganamnesis pasien. Aku tidak tau apakah anamnesisku telah cukup atau aku seharusnya masih bisa menggali permasalahan pasien, namun aku sudahi saja anamnesisnya dan langsung inform consent dan mempersilahkan pasien ke kasur pemeriksaan. Dari anamnesis, aku sudah memikirkan diagnosis yang sesuai yaitu meningitis karena keluahan utaman pasiennya adalah demam dan nyeri kepala. Sehingga saat pemeriksaan aku melakukan pemeriksaan kaku kuduk, brudzinki, kernig, nistagmus (karena bingung mau ngecek apa lagi). Kemudian pemeriksaan selesai dan aku kembali ke meja pemeriksaan. Oh ya, jangan lupa cuci tangan ya (soalnya aku suka lupa cuci tangan setelah pemeriksaan). Di meja pemeriksaan aku memberitahukan kemungkinan diagnosis yaitu meningitis, migren, tension headache (karena aku lupa apa aja DDx buat meningitis, akhirnya aku menyebutkan apa yang terpikirkan saat itu). Pemeriksaan penunjangnya aku sebutin CT scan, gatau deh nyambung atau ga. Waktu 7 menit berlalu dan aku telah selesai melakukan pemeriksaan. Aku menunggu hingga bunyi bel kedua yang menandakan waktu 10 menit dan segera keluar berpindah ke stase kedua. Oh ya tips lagi nih, jangan bingung dengan bel nya, jadi nanti bel nya itu bunyi 2 kali, yang pertama itu tandanya udah 7 menit terus yang kedua tandanya 10 menit dan harus pindah ke stase selanjutnya.

Stase kedua

Yak, stase kedua ini adalah stase abdomen. Seperti biasa, masuk kemudian tanda tangan dan baca soal. Pasiennya mengeluhkan demam dan kuning. Aku langsung mikir ke hepatitis A. Di soalnya tertulis disuruh cek suhu. Jadi aku cek suhu dan lanjut melakukan pemeriksaan abdomen. Pertama inspeksi, auskultasi (hasilnya normal) terus perkusi ditemukan ada hepatomegali, palpasi juga ada hepatomegali, dan aku ragu mau ngecek lien atau ga, jadinya aku ga ngecek dan di feedback ada tulisan tidak melakukan pemeriksaan lien. Hmm jadi seharusnya tadi aku ngecek lien soalnya kan ada kemungkinan ditemukan splenomegali juga ya. Ya sudahlah, semua sudah berlalu. Kemudian diagnosis yang aku sebutkan yaitu hepatitis A, demam tifoid, demam berdarah. Pemeriksaan penunjangnya darah rutin, pemeriksaan urin. Di stase ini menurutku dokternya jeli dan teliti banget soalnya feedbackku penuh dan kalo pemeriksaannya salah dikit aja langsung ditulis kayak cara pemeriksaan palpasi hepar salah. Oke, tawakal aja dah, move on ke stase selanjutnya

Stase ketiga

Setelah stase kedua selesai dengan tepat waktu, aku langsung berpindah ke ruang sebelahnya. Welcome stase breast. Sebenernya ini pilihannya bisa dapet stase breast atau lung, tapi kloterku dapetnya breast. Alhamdulillah menurutku ini lumayan lancar. Keluhan pasiennya benjolan di payudara kiri. Terus aku anamnesis. Dokternya juga baik, bilang semua inspeksinya normal, jadi aku tinggal menyuruh tangan pasien ke samping, ke atas, ke pinggang, dll. Terus waktu palpasi limfonodi axilla ga ada kelainan juga. Baru deh waktu palpasi payudara ada benjolan di payudara kiri deket axilla. Stase ini selesai dengan sisa waktu juga. Menunggu bel, terus bel bunyi, dan moving ke ruang sebelah.

Stase keempat

Welcome to stase jantung. Pasiennya mengeluhkan nyeri dada, udah sejak 7 jam yang lalu, terus menerus nyerinya. Lah, aku bingung anamnesisnya apa. Akhirnya daripada kelamaan aku sudahi saja anamnesis ini. Terus aku lanjut pemeriksaan tekanan darah karena di soal ada perintahnya, terus aku lakuin pemeriksaan nadi. Lanjut suruh pasien ke kasur, lakuin pemeriksaan jantung, ditemukan cardiomegaly. Aku lupa ngecek hepatomegali kan. Aku malah ngecek jvp, padahal kayaknya sih ga nyambung, soalnya yang kepikiran cuma itu. Terus waktu pasiennya masih di kasur, taunya bel menandakan 10 menit udah bunyi. Aku langsung suruh pasien kembali terus nyebutin diagnosis yaitu infark mokard dan pemeriksaan penunjang, rontgen sama ekg. Dan ternyata setelah diskusi sama temen-temen setelah selesai osce, itu sebenernya ACS. Huft, udah salah diagnosis kan 😦 But, show must go on. Harus move on ke stase sebelah.

Stase kelima

Aku udah ga bisa mikir lagi stase ini stase apaan, tapi ngeliat alat-alatnya jadi inget lagi ini adalah stase ENT atau eye. Kloterku mendapat stase ENT. Pasiennya mengeluhkan hidung tersumbat. Terus aku anamnesis. Karena udah mentok gatau mau nanya apa lagi, aku akhirnya informed consent. Eh dokternya malah nanyain anamnesisnya udah? Lah aku bingung mau anamnesis apalagi coba. Akhirnya aku tanyain lagi aja ada cairan yang keluar ga dari hidungnya dan ga ada. Terus aku cuci tangan dan melakukan pemeriksaan hidung. Inspeksi, palpasi terus pake spekulum hidung. Ada gambar hasil pemeriksaan speculum hidung dan dokternya nyuruh gambar itu dideskripsiin. Udah aku deskripsiin mucosa, septum, conchaenya terus aku bilang aku mau kasih tampon adrenalin. Di sana ga ada tampon adrenalinnya sih jadi aku bilang aja, ternyata setelah dikasih tampon adrenalin tidak terjadi pengempesan edema, akhirnya aku jawab diagnosisnya polip. Terus dokternya nanya lagi, polip apa? Lah, emang ada polip apa aja. Aku jawab aja polip hidung dan ternyata emang bener setelah diskusi sama temen-temen itu namanya polip nasal (intinya sama aja dengan polip hidung). Dan aku jadi inget aku lupa palpasi sinus maxilla dan frontalis padahal masih ada sisa waktu 😦

Stase keenam

Yak, move on ke stase ini. Ini adalah stase dressing or bandaging. Kloterku dapetnya stase dressing. Waktu masuk terus ngeliat dokternya, wah ini dokter yang mendampingi praktikum metopen kelompokku di blok B.6. Terus aku kayak reunian gitu, aku ngomong hai dok (dalem ati doang, yakali ngomong hai dok kayak udah temen akrab aje wkwk) nyatanya aku cuma bisa senyum doang sama dokternya. Tanda tangan terus baca kasus, kasusnya luka lecet di tangan kiri, ada gambar lukanya juga. Setelah itu aku anamnesis singkat pasiennya, ternyata pasiennya itu habis jatuh dari sepeda terus jatuhnya 15 menit yang lalu. Informed consent dan aku lakukan prosedur dressing. Jadi, ceritanya di stase dressingku ini, hasilnya ga rapi banget deh, terutama masalah hipafix. Soalnya belum pernah kenalan sama hipafix, tapi di checklistnya malah disuruh pake hipafix. Sebelumnya cuma pernah ngeliat gambar hipafix aja. Untuk melakukan prosedur dressing kan aku pake sarung tangan dulu, guyur NaCl, kasih povidon, terus bilas lagi pake NaCl. Nah, terus dikasih sofratule (kassa antiseptik), terus ditutupi kassa dan yang terakhir ditutup pake hipafix. Saat pake hipafix ini mulai deh hipafixnya nempel-nempel ke sarung tangan, akhirnya kusut tapi tetap aku tempelin dan bisa dibayangkan hasil dressingku ga rapi banget. Alhamdulillah dokternya baik, karena sisa waktunya lumayan, beliau malah ngajarin cara pake hipafix yang bener tuh gimana. Jadi dia ngomong, di hipafix kan plesternya ada dua bagian gitu, nah pertama kamu lepas yang kecil dulu terus kamu tempelin baru nanti yang bagian satunya lagi yang lebih gede di tempel ke lukanya, atau kamu lepas sarung tangan aja gapapa soalnya kan lukanya udah ditutup sama sofratule dan kasa steril. Dan satu lagi, pake sofratule, kasa sama hipafixnya itu hemat-hemat, dengan kata lain sesuaikan dengan ukuran lukanya. Emang banyak salahnya di sini but gapapa deh at least aku jadi tau gimana cara yang bener dalam dressing dan pake hipafix. Ya, pake hipafix :”

Stase ketujuh

Oke lanjut aja ke stase ketujuh. Stase ketujuh ini seharusnya bisa stase NGT atau injeksi tapi kloterku dapetnya injeksi intrakutan sama intramuscular dorsogluteal. Di stase ini ga ada pasiennya, cuma ada manekin sama asisten. Setelah baca soal aku liat sekeliling dulu, liat brush dan tempat ngelakuin prosedur aspetik, terus udah ketemu brush, aku mau anamnesis singkat dan informed consent sama pasiennya tapi aku bingung ini nama pasiennya ngarang sendiri atau gimana. Dokternya bilang liat manekinnya. Lah kenapa malah disuruh liat manekin, akhirnya aku liatin manekinnya dan ternyata setelah aku liat lebih dekat emang di manekin tangan itu ada gelang warna pink dengan tulisan nama, tanggal lahir dan tempat tinggal pasien. Jadi, di stase ini jangan lupa untuk melihat lebih dekat! Okedeh jadi aku memastikan pasien dulu, siapin alat, cuci tangan steril, baru injeksi. Injeksi subkutan buat ngecek alergi terus lanjut ke dorsogluteal. Semoga stase ini lancar. Aamiin. Di stase ini meskipun dokternya pendiem tapi keliatannya beliau baik, soalnya di kertas feedback ku di tulisan paling bawah beliau nulis Semangat ya, terus dikasih emot senyum ^_^ Gatau apa maksudnya bisa jadi karena aku ada yang salah jadinya disemangatin but I’ll take it as a positive sign aja deh. Terima kasih semangatnya, dok! Lanjut!

Stase delapan

Stase kateter, kalo dari penilaianku sendiri sih stase ini aku lumayan lancar. Semoga penilaian dokternya juga sama Intinya stase ini stase steril jadi jangan lupa cuci tangan aspetik terus harus tahu mana barang yang steril, mana yang ga steril. Aku inget banget kateternya masih ada di meja yang ga steril, di atas plastik bungkus kateter, jadi waktu persiapan alat, aku pegang bungkusnya terus aku jatuhin kateternya ke meja steril. Urine bag nya juga gitu, masih di dalam plastik di meja yang ga steril, jadi aku taruh ke meja steril tapi yang aku pegang bungkusnya. Stase ini juga ga ada pasien, jadi adanya manekin sama asisten aja. Stase ini waktunya agak pas, karena waktu bel bunyi, aku belum kasih edukasi. Akhirnya aku langsung cepet-cepet kasih edukasi dan bergegas pindah ke stase selanjutnya.

Stase kesembilan

Ini stase suturing, dokternya baik terus ramah lagi, semoga nilainya juga murah. Sebelum aku mulai prosedur, dokternya nanyain waktu ngelepas jahitan itu berapa lama, terus aku jawab 7 hari. Yak, stase ini juga ga ada pasien dan cuma ada manekin sama asisten. Di stase ini aku siapin alat, cuci tangan aseptik, mulai menjahit, aku tanya dokternya berapa jahitan terus disuruh satu jahitan aja. Agak susah ngambil jarumnya sih, tapi alhamdulillah bisa selesai satu jahitan dan meski waktunya pas banget aku masih bisa ngelakuin sampe ngelepas jahitan.

Stase kesepuluh

Stase terakhir. Yeaaaaay \m/ Rasanya ngeliat pintu stase sepuluh itu kayak ada rasa tersendiri deh, because this is the last station and it means OSCE is almost over and holiday will come soon! Jadi, di stase ini ada pasien, ada manekin, ada asistennya. Kayak biasa, masuk, tanda tangan, baca soal. Di stase ini ceritanya pasiennya emang langsung mau cek pap smear, jadi aku anamnesis singkat dan informed consent. Aku ngelakuin prosedurnya sesuai yang udah aku pelajarin, dan kalo menurutku sih stase ini aku juga lumayan lancar ngelakuin prosedurnya. Tapi, waktu ngeliat feedback, ternyata aku lupa nanyain kelayakan dilakukan pap smear. Huaaaaa, yasudahlah.

Yang penting OSCE KBK 2 selesai aku jalanin. Tinggal tawakal aja and waiting for the result. Alhamdulillah, tahun kedua di FK sudah dilewati dengan segala macam perjuangan, dengan banting tulang, dengan keringat yang bercucuran, dengan pertumpahan darah (oke, ini lebay sih). Sekian sharing OSCE KBK 2 kali ini. Semoga bisa memberikan manfaat terutama buat adek angkatan yang biasanya butuh gambaran gimana sih OSCE tahun kedua (because I’m that type of person who like to search any information before doing something). Thanks for reading. See you in OSCE KBK 3. InsyaAllah.

Advertisements

3 thoughts on “This is my OSCE KBK 2

  1. u.k.h. July 7, 2015 / 3:10 pm

    Hehe bagus san. Bisa dijadikan sbg pengingat. Sukses yaa. Semoga mendapat hasil yg baik

    • saniarifa July 7, 2015 / 6:58 pm

      Aamiin, you too faa, sukses jugaaa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s