Posted in fakultas kedokteran, Islam, Self, Sharing

Saksikan Bahwa Aku Seorang Muslim

Membaca judulnya, mungkin teman-teman sudah pernah membaca judul ini di sebuah buku atau di tempat lainnya. Namun, kali ini aku bukan ingin membahas buku tersebut, karena jujur aku belum selesai membaca buku itu. Meski buku itu sempat aku lihat beberapa kali, yang pertama di rumah, ketika kakakku pulang membawa buku tersebut dan yang kedua di perpustakaan kecil suatu masjid. Jadi, kali ini aku hanya ingin sharing suatu hal yang aku alami sendiri dan aku rasa meminjam judul buku tersebut memang berkaitan dengan sharing kali ini.

Mendatangi majelis ilmu selalu menjadi suntikan motivasi dan semangat tersendiri bagiku. Di sana, aku mendapatkan banyak ilmu, baik ilmu lama yang mungkin sempat terlupa serta ilmu baru yang tak kalah pentingnya. Kali ini aku mengikuti acara internal fakultasku yaitu halal bi halal sekaligus silaturahmi mahasiswa baru FK UGM. Acara ini diadakan oleh Keluarga Muslim Cendekia Medika (KaLAM), keluargaku dalam menjalani kehidupan di FK UGM yang selalu mengingatkanku dalam kebaikan, cocok dengan taglinenya yaitu “sahabat dalam kebaikan”.

141980
Halal bi halal dan Simaba FK UGM
141979
I’ve got some merchandise~

Sebagai seorang “pemikir” (maksudnya aku terlalu banyak berpikir sebelum melakukan sesuatu), aku merasa sifatku ini menjadi sebuah pisau bagi pribadiku. Di satu sisi aku bisa menjadi pribadi yang rapi, terstruktur, terencana dan selalu berusaha tidak menyakiti orang lain, namun di sisi lain ternyata aku sedang menujam diriku sendiri. Aku terlalu takut untuk bertindak, aku terlalu memikirkan pendapat orang lain, aku mempertimbangkan banyak hal yang akhirnya justru membuatku tidak menjadi diri sendiri.

“Tidak peduli kalian mau jadi apa yang penting kalian tetap menunjukkan jati diri kalian. Jati diri seorang muslim” Kata-kata ini sempat disampaikan oleh salah seorang pembicara di acara tersebut. Entah kenapa begitu mendengar kata-kata ini, seketika diriku tersadar. Sadar bahwa ternyata pikiranku selama ini sudah terlalu penuh dengan kekhawatiran, sudah terlalu penuh dengan kecemasan hingga aku lupa bahwa solusinya sangat sederhana. Ingatlah jati dirimu.

Mungkin selama ini aku berusaha menempatkan diri sesuai dengan lingkunganku. Aku berusaha mengikuti aturan di lingkunganku. Tentu saja ini bukan hal yang jelek, tapi sayangnya semua ini terkadang membuatku lupa dengan jati diri ini. Aku lupa untuk mencerminkan semua hal yang aku lakukan dengan Islam. Padahal Islam adalah agama yang sempurna, lengkap dengan segala aturan kehidupan. Padahal dengan Islam, aku tak perlu khawatir, aku tak perlu takut bertindak, aku tak perlu takut memikirkan pendapat orang lain, karena aku tahu aku tidak dapat memuaskan pendapat berjuta-juta orang yang notabene punya pendapat berbeda-beda. Ya, dengan Islam aku tahu tujuan hidupku.

Mulai sekarang aku harus lebih bangga dan bersyukur menjadi seorang muslim. Sehingga kata-kata ini -saksikanlah bahwa aku seorang muslim- tidak hanya keluar dari mulutku, tetapi juga bisa tercermin dari tindakanku. Bismillah.

141981
Salam ukhuwah 🙂
Advertisements

5 thoughts on “Saksikan Bahwa Aku Seorang Muslim

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s