Posted in fakultas kedokteran, Islam, Sharing

Tujuan Terakhir: Merencanakan Masa Depan Secara Serius

Kali ini, saya menulis dengan inspirasi yang muncul dari kuliah Pendidikan Agama Islam (seterusnya disingkat PAI). Mata kuliah PAIย di jurusan saya memang baru dimulai pada semester ke 5. Di tengah menumpuknya materi kuliah, tugas, praktikum, laporan, ujian dan segala macam jenisnya, mata kuliah PAI dapat menjadi penenang dari segala ke-hectic-anย di perkuliahan. Bisa diumpamakan rasanya seperti diberi air minum saat kau sedang dehidrasi. Lega dan menyejukkan.

“Kasian ya orang yg punya agama, udah capek-capek berbuat baik, menahan hawa nafsu dari perbuatan buruk, tapi ternyata waktu meninggal surga itu ga ada.”

“Lebih kasian orang yang ga punya agama. Di dunia sudah banyak berbuat maksiat, eh ternyata waktu meninggal neraka itu ada.”

Berbuat baik itu ga pernah rugi kok ๐Ÿ™‚

Kata-kata di atas kurang lebih merupakan sekian dari beberapa kata-kataย dokter yang menyampaikan overview mata kuliah PAI. Sempat saya post juga sebagai status fb saya. Intinya perbuatan baik itu ga pernah membawa kita pada kerugian, apalagi buat orang beragama yang percaya bahwa perbuatan baiknya akan dibalas. Sekalipun tidak terlihat di dunia, ya di akhirat kelak.

Hari ini ada jadwal kuliah PAI yang pertama. Jadwalnya diletakkan 2 jam sebelum tentamen anatomi yang menurut saya aura tentamen lagi berada di puncak-puncaknya. Jadi saya mengestimasikan akan banyak mahasiswa yang menggunakan waktu kuliah PAI tadi untuk belajar tentamen, dan entahlah apakah estimasi saya ini benar atau salah. Memang terlihat kebanyakan mahasiswa memegang kertas, tab, hp, dan catatan yang berisi materi anatomiย (termasuk saya) dan mengambil tempat duduk di belakang untuk berfokus belajar anatomi (terbukti dari 2 baris terdepan kursi kuliah hampir kosong). Namun, saat saya mengamati sekilas, sepertinya teman-teman juga tampak memperhatikan materi kuliah PAI tadi (bagi yang memperhatikan ya :p). Yowes, ini kok malah jadi cerita suasana kuliah PAI. Terserah deh mau ada yang merhatiin kuliah atau merhatiin materi anat #eh Seharusnya yang bener merhatiin kuliah ya.

Oke, jadi kita santai aja ya. (Emang siapa juga yang tegang? Emang adaย yang baca? -_- Yaudah ini buat dibaca sendiri aja kok :” Yo, terserah yg penting lanjut) I just want to ask first, seberapa serius kalian merencanakan kehidupan kalian? Udah ada yang sampe 5 tahun ke depan? Atau udah ada yang sampe 10 tahun ke depan? Atau jangan-janganย udah ada yang sampeย 30 tahun ke depan nih? That’s cool! Kayaknya kebanyakan udah bisa ya bikin rencana ke depan gitu, soalnya biasanya mahasiswa waktu ospek disuruh bikin timeline atau rencana kalian di masa depan kan ya *maaf kalo sotoy. Jadi, aku ambil kesimpulan mayoritas semua orang bisa merencanakan apa yang diinginkannya di masa depan.

Sekarang pertanyaan selanjutnya, kalian udah merencanain kehidupan setelah kematian? Udah ada belum yang ngerencanain kehidupan di akhirat? Wuss, boro-boro akhirat bro, urusan dunia aja banyak banget. Nah, rugi banget nih yang jawab kayak gini. Padahal kalo kata dokternya tadi, menurut beliauย orang yang serius merencanakan kehidupan itu ga hanya merencanakan kehidupan di dunia tapi di akhiratnya juga.ย Kita ga hanya berbisnis di dunia, karena sejatinya bisnis kita yang peling penting itu ya nanti di akhirat. Jadi, sekarang di dunia ini bisa dibilang tugas kita menginvestasikan sebanyak-banyaknya pahala, amal perbuatan yang akan menguntungkan bisnis kita di akhirat.

Kebanyakan orang kalo ditanya mungkin jawabannya sama dan senada, keinginannya ya pengen jadi orang sukses. Kayak tadi dokternya kasih contoh di bidang kedokteran, kalo keinginan para dokter itu ya yang paling umum pengen jadi dokter terkenal, pengen diakuin keilmuannya, pengen jadi dokter yang banyak pasiennya, pengen kaya, pengen punya keluarga yang bahagia, pengen ini, itu, dll. Mimpi-mimpi ini ga ada salahnya, malah sebagai seorang dokter ini memang impian yang harus dicapai. Namun, sejatinya identitas muslim yang melekat pada diri kita itu tidak ditinggalkan. Apalagi seorang dokter muslim nih ya. Ladang pahalanya luar biasa terbuka lebar. Ini abis cari beberapa hadis yang super sekali.

ู…ูŽุง ู…ูู†ู’ ู…ูุณู’ู„ูู…ู ูŠูŽุนููˆุฏู ู…ูุณู’ู„ูู…ู‹ุง ุบูุฏู’ูˆูŽุฉู‹ ุฅูู„ู‘ูŽุง ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ุณูŽุจู’ุนููˆู†ูŽ ุฃูŽู„ู’ููŽ ู…ูŽู„ูŽูƒู ุญูŽุชู‘ูŽู‰ ูŠูู…ู’ุณููŠูŽ ูˆูŽุฅูู†ู’ ุนูŽุงุฏูŽู‡ู ุนูŽุดููŠู‘ูŽุฉู‹ ุฅูู„ู‘ูŽุง ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ุณูŽุจู’ุนููˆู†ูŽ ุฃูŽู„ู’ููŽ ู…ูŽู„ูŽูƒู ุญูŽุชู‘ูŽู‰ ูŠูุตู’ุจูุญูŽ ูˆูŽูƒูŽุงู†ูŽ ู„ูŽู‡ู ุฎูŽุฑููŠููŒ ูููŠ ุงู„ู’ุฌูŽู†ู‘ูŽุฉู

Tidaklah seorang muslim yang menjenguk muslim lainnya di pagi hari kecuali ada 70 ribu malaikat yang mendoakannya hingga sore hari. Dan jika menjenguknya di sore hari, ada 70 ribu malaikat yang mendoakannya hingga pagi, dan baginya satu kebun di surga.” (HR. al-Tirmidzi dan dishahihkan oleh al-Albani dalam Shahih al-Tirmidzi)

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda,

ู…ูŽู†ู’ ุนูŽุงุฏูŽ ู…ูŽุฑููŠุถู‹ุง ู†ูŽุงุฏูŽู‰ ู…ูู†ูŽุงุฏู ู…ูู†ู’ ุงู„ุณู‘ูŽู…ูŽุงุกู ุทูุจู’ุชูŽ ูˆูŽุทูŽุงุจูŽ ู…ูŽู…ู’ุดูŽุงูƒูŽ ูˆูŽุชูŽุจูŽูˆู‘ูŽุฃู’ุชูŽ ู…ูู†ู’ ุงู„ู’ุฌูŽู†ู‘ูŽุฉู ู…ูŽู†ู’ุฒูู„ู‹ุง

Siapa yang menjenguk orang sakit, maka ada seorang yang berseru dari langit: kamu adalah orang baik, dan langkahmu juga baik dan engkau berhak menempati satu tempat di surga.” (HR. Ibnu Majah, al-Tirmidzi, dan ahmad. Dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam al-Misykah no. 5015. Ibnu Hibbad juga menshahihkannya sebagaimana yang disebutkan Ibnul Hajar dalam Al-Fath)

Kebayang ga tuh jadi dokter, investasi buat akhiratnya bisa banyak banget. Menjenguk orang sakit bisa dibilang emang pekerjaan dokter, ditambah dengan ngelakuinnya secaraย ikhlas dan benar, bisa jadi ibadah,ย ga cuma dapet “gaji” dunia tapi juga dapet “gaji” di akhirat. Isn’t it cool?ย Saya yakin pekerjaan-pekerjaan lain kalo dilakuin dengan benar dan ikhlas juga bisa jadi ibadah yang menghantarkan kesuksesan pada bisnis kita di akhirat kelak.

Nah, mulai sekarang kalo ngerencanain masa depan, lihatlah sampai ke tujuan akhir kita, sampe setelah kematian, kira-kira masa depan apa yang kita inginkan di akhirat. Misal tujuan akhir kita itu pengen banget masuk surga nih (anyone want to go to hell? I think not), jadi tujuan kita yang lain kita relasikan dengan tujuan akhir kita itu. Sebenernya ini aku pelajarin dari dari salah satu post di website productive muslim. Lengkapnya bisa diliat di sini.ย Jadi ada form tentang apa yang pengen kita capai untuk beberapa waktu ke depan. Dan di setiap kolom paling akhir itu ada kolom “akhirat” yang maksudnya setelah kita tulis beberapa pencapaian yang ingin kita capai kita diharapkan untuk menghubungkannya dengan misi akhirat kita. Kalo di web nya sih dicontohin, kamu ingin jadi CEO dari bank besar di dunia yang menerapkan riba. Setelah kamu mengetesnya dengan kolom akhirat, kamu sadar kalo itu bakal ngehancurin dan menjauhkan kamu dari tujuan kamu di akhirat, nah jadi sebaiknya kamu ganti pencapaian yang kamu ingin itu mungkin dengan mengganti karir, atau menjadi CEO dari bank syariah (bank yang ga pake riba). Ya seperti itulah, lengkapnya baca aja di websitenya.

Sebenernya masih banyak banget poin-poin yang didapet dari kuliah PAI tadi, tapi saya cukupkan sampai di sini (daripada bosen baca panjang-panjang, mungkin di lain waktu bakal saya bahas lagi, so stay tune ya *ngomong ke diri sendiri ._.) See you~

Referensi:

http://www.voa-islam.com/read/ibadah/2011/05/09/14574/hukum-menjenguk-orang-sakit-wajib-ataukah-sunnah/#sthash.9CW41WpF.dpuf

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s