Posted in experience, Japan, Sharing, Travelling, trip

Apartemen di Jepang

Halooo, sebenernya udah lama mau sharing pengalaman di Jepang, tapi kadang sulit cari waktu yang tepat. Jadi sekarang menggunakan waktu di tengah-tengah “ngantor” dan tiba-tiba muncul mood buat nulis di blog ini lagi, so let me write about something here. Ada sedikit rasa bersalah nulis ini di waktu kerja, tapi emang lagi ga ada jadwal dan aku hanya duduk terdiam di depan laptop pinjaman jadi lebih baik aku menulis, walaupun ada beberapa “pekerjaan” yang seharusnya aku lakukan, tapi bosennya udah dateng, jadi izinkan dan maafkan diriku yang menggunakan waktu ini malah untuk menulis blog ._.v

Kali ini aku mau cerita tentang apartemen di Jepang. Aku tinggal di salah satu apartemen di daerah Kyobashi, Tokyo. Lingkungan apartemenku ini bisa dibilang cukup elit, karena hanya 10-15 menit berjalan dari stasiun Tokyo, stasiun besar dengan banyak tempat perbelanjaan, department store dan toko-toko terkenal lainnya. Selain itu, daerah ini juga dekat dengan Ginza, jadi Ginza itu juga daerah buat shopping tapi sayangnya buat para penduduk high class, so for me only sightseeing is enough :p

Hari itu, Jumat tengah malam, pertama kali aku tiba di apartemen, dengan keadaan lelah dan jetlag 2 jam. Aku mencoba membaringkan diri di atas kasur yang sebenernya empuk dengan selimut yang tebal dan cuaca dingin khas winter yang sangat cocok untuk berlama-lama di balik selimut. Namun, sayangnya aku tidak bisa tidur, meski sudah berusaha memejamkan mata cukup lama. Akhirnya aku memilih untuk menyalakan lampu, unpacking koper dan melihat-lihat fasilitas apartemen.

Hal pertama yang aku lakukan adalah menghampiri buku tentang informasi apartemen. Di sana tertulis beberapa petunjuk menggunakan fasilitas yang ada di apartemen dan alhamdulillah ada versi bahasa inggrisnya. Jadi, apartemen ini kalo menurutku bener-bener apartemen yang minimalis tapi semuanya lengkap. Jadi saat melangkahkan kaki masuk ke dalam apartemen, ada tulisan di lantai yang menyuruh penghuni untuk melepaskan alas kaki. Well, not really different with Indonesia, so I’m not surprised at all. Kemudian di dinding sebelah kanan ada cermin yang bisa menangkap bayanganmu dari kepala sampe kaki, jadi sebelum keluar apartemen selalu liat cermin ini dulu. Di sebelah kiri, ada tombol lampu untuk lampu depan dan lampu dapur.

 

Setelah cermin ada celah atau ruangan kecil, nah ini adalah dapur. Jadi di dapurnya itu ada kulkas, microwave, kitchen set sederhana tapi lengkap, kompor, rice cooker, coffee-maker, kuali, panci, ketel buat masak air, sendok, garpu, pisau, mangkuk, gelas, sabun dan sponge cuci piring (lengkap kan!) Jadi, di dapur mini ini aku bisa nyimpen makanan di kulkas, masak (meski cuma masakan instan tapi yg penting yakin kalo itu halal, dan aku juga bawa beberapa makanan dan bumbu instan dari Indonesia), pake microwave, masak nasi dan melakukan hal-hal dapur lainnya. Pokoknya keren banget deh. Yang unik itu coffee-makernya meski belum pernah aku pake sih, terus rice cookernya juga punya banyak pilihan menu dalam bahasa jepang (tapi dengan dibantu kertas guide yang berbahasa inggris, I could understand what it means). Terus di sini ada tombol buat ngatur air panas dan air dingin (yang berfungsi juga buat ngatur air di kamar mandi).

 

Setelah dari dapur, paralel dengan pintu masuk, ada pintu masuk lagi ke kamar tidur dan ruangan utama. Jadi di kamar ini, ada barang-barang yang memang seharusnya di kamar. Liat di gambar aja ya hehe. Kasurnya yang gede jadi puas banget kalo tidur, selimutnya juga tebel banget cocok buat winter. Selain benda-benda yang terlihat di luar, di dalem lemari ternyata ada setrika sama mejanya, terus ada loker buat nyimpen barang-barang penting. Yang unik itu setrikanya, soalnya perlu ribet gulung kabelnya, tinggal di klik tombolnya terus kabelnya ketarik dan kegulung sendiri deh.

Oke, sekarang pindah ke toilet dan kamar mandi. Jadi kalo jalan lurus terus dari pintu masuk sampe mentok, belok ke kiri dan disitulah kamar mandi berada. Pintu kamar mandinya pake sistem pintu geser gitu. Di dalem kamar mandi ini, ada mesin cuci, toilet, hair dryer, 2 handuk, satu kotak deterjen kecil, handuk kecil. Nah terus dari masuk ke kamar mandi tadi di sebelah kanannya ada kamar mandi dengan sistem pintu lipat. Di sana ada shower, ofuro (bak buat berendam), wastafel, gantung handuk kecil dan ada gantungan buat jemur baju. Jadi abis cuci baju, bisa jemur baju di sana (ada tombol khusus buat jadiin kamar mandi jadi tempat mengeringkan baju).

Oh ya, satu lagi ada beranda apartemen, jadi pemandangan dari luar beranda terlihat beberapa bangunan, yang sepertinya juga apartemen. From here, I can reach out my hands to feel the snow on Monday, Jan 18. Yes, the first snow of Tokyo in 2016 as well as the first snow of my life. Ada fasilitas mail box juga di bawah, tapi selama ini ngecek isinya cuma brosur iklan produk gitu.

Yak, sekian sharing tentang apartemennya. Nyaman banget deh, jadi mikir kalo kosan gini sejahtera banget ya hidup gue, tapi pasti harganya juga selangit. Intinya hidup dinikmatin dan disyukurin aja mau gimanapun keadaannya. Keep grateful! 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s