Kembalikan Semangatku

Ini hanya postingan tak penting. Jadi, mohon tidak perlu dibaca lebih lanjut. Ini tentang aku yang lebih memilih bermalas-malasan, guling-guling, nonton youtube, menjelajahi social media, ngemil, dan bahkan menulis ini dibandingkan dengan membaca HSC, review lecture, mencari LO, belajar persiapan mini OSCE, ngerjain skripsi, dll.

Entahlah,  ada kalanya rasa semangatku mencapai kadar puncaknya, dimulai dari membuat planning harian dan menjalankan semuanya dengan semangat. Namun, di suatu waktu yang lain, justru kadar semangat itu berada di titik nadir, aku benar-benar tak bersemangat, rasa malas menyelimutiku membuatku tak bergairah melakukan hal-hal yang lebih bermanfaat.

Keadaan ini sepertinya berulang, mengkronisasi dalam diriku, membuat lingkaran setan. Sudah sering aku mencoba menterapi diriku sendiri. Membaca tulisan tentang bagaimana untuk tetap semangat, mendengar dan menonton video dari orang yang julukannya sang ahli motivasi tentang bagaimana tetap bersemangat, bagaimana tetap termotivasi, namun terapi itu sepertinya berefek nol pada diriku, atau mungkin memberikan efek terapeutik yang sangat sedikit. Alhasil efek sampingnya lebih terasa, aku justru lebih banyak lagi membuang waktu untuk membaca artikel tentang how to stay motivated tanpa termotivasi. Atau mungkin waktu paruhnya terlalu pendek, mungkin hanya hitungan menit atau bahkan hitungan detik jadi tak memberikan pengaruh apapun karena aku tidak mengambil obatnya lagi.

Dugaan lain mungkin karena aku belum bisa menemukan etiologi yang pasti dari turunnya semangatku ini. Belum tau dengan jelas patofisiologinya. Bagaimana bisa aku mengintervensi dengan terapi yang tepat. Ya, mungkin aku harus mencari tau etiologinya terlebih dahulu. Lebih baik lagi untuk mempelajari patogenesisnya dulu agar aku bisa memberikan obat yang tepat. Obat yang memberikan efek teraupetik lebih banyak daripada sekadar efek sampingnya.

Sekali lagi, ini hanya tulisan tak penting. Maaf bila Anda membacanya sampai sini. Atau bila Anda menderita sakit yang sama dan berhasil dengan terapi Anda, mungkin Anda bisa berbagi tips nya dengan saya. Sekian dan terima kasih.

-Ditulis saat week 5, tepatnya H-9 CBT. Wait! Am I crazy?

Advertisements

2 thoughts on “Kembalikan Semangatku

  1. Jejak Parmantos March 8, 2016 / 11:51 am

    Paragraf kedua dari terakhir bikin mengenyeritkan dahi hehe
    Saya kadang juga kumatan yg begini, tapi biasanya berawal dari interaksi dengan Tuhan yg lagi kendor 🙂

    • saniarifa March 8, 2016 / 12:37 pm

      Ternyata ada juga yg kumatan gini. Nice to know that I’m not alone. Ya, mungkin bener juga sih, iman lagi turun. Terima kasih untuk saran etiologinya 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s