Sholat di Jepang

Kali ini aku ingin bercerita tentang pengalamanku menjalankan sholat di Jepang khsusunya sholat wajib. Mungkin menjalankan sholat 5 waktu merupakan kegiatan umum dan mudah dilakukan di Indonesia, karena di Indonesia mayoritas muslim yang sudah tau waktu-waktu sholat dan banyak terdapat tempat sholat. Namun hal tersebut menjadi challenge tersendiri apabila berada di negara dengan muslim yang sangat minoritas. Hal ini terjadi padaku saat aku berpergian ke Jepang selama 6 minggu.

Alhamdulillah, sebelum aku pergi ke Jepang, orang Jepang yang bertanggung jawab terhadapku atau bisa dibilang pembimbingku atau orang yang ngeLOin aku selama di Jepang, mengirimkan email kepadaku bertanya seputar tentang sholat dan makanan. Aku langsung terharu melihat isi emailnya yang benar-benar peduli terhadap diriku yang seorang muslim dan berusaha mengetahui aturan Islam. Bahkan rencananya aku akan menjelaskan tentang aturan makan dan sholat saat aku sudah tiba di Jepang. Namun setelah mendapatkan emailnya, aku jadi merasa bersalah, karena kurang peduli dengan diri sendiri. Malah dia yang sudah memperhitungkan segalanya untukku (termasuk menu makanan di kafetaria dan solat ini). Aku segera membalas emailnya dengan semangat, menjelaskan sebisaku tentang waktu sholat dan makanan halal. Hingga akhirnya dia berusaha menyiapkan ruangan khusus untukku agar bisa melakukan ibadah sholat 5 waktu dan menghubungi staf kafetaria tentang makananku. Jadi, untuk weekday (Senin-Jumat), sholat 5 waktu tidak menjadi masalah dan aku bisa dengan mudah melaksanakannya.

Mungkin terlihat remeh hanya sekadar menjalankan sholat 5 waktu, namun untuk berpegang teguh pada semua itu di negara dengan minoritas muslim benar-benar membutuhkan keimanan yang kuat. Dari sini juga muncul rasa kagumku pada muslim yang tinggal di negara minoritas muslim yang selalu berusaha melaksanakan ibadah sholat setiap harinya. Aku juga bisa merasakan betapa nikmatnya solat di tengah-tengah kesibukan program magangku. Dan aku bisa berusaha menjelaskan pada mereka yang bertanya “kamu mau ngapain?” waktu aku mau sholat dan bisa menjelaskan pada mereka waktu-waktu sholat dan cara sholat secara ringkas. Bahkan ada yang bertanya “kamu ga bosen solat terus?” dan dengan mantap aku memberi jawaban “justru dengan solat, aku malah bisa merefresh pikiranku dan mendapatkan energi lagi untuk berpikir dan bekerja”. Semoga penjelasanku yang singkat pada mereka bisa membuat mereka melihat cahaya Islam.

Kemudian bagaimana dengan weekend? Saat weekend tiba justru menjadi kendala tersendiri bagiku. Di sela program magangku, aku tidak bisa melewatkan waktu weekendku hanya berdiam diri di apartemen sementara di sekelilingku tempat wisata melimpah ruah dan terlihat sangat menggoda untuk dikunjungi. Jadi solusinya saat weekend tiba biasanya aku sudah merencanakan tempat yang akan dituju, memperkirakan waktu dan memilih tempat sholat yang sesuai. Di Jepang aku sudah pernah pergi ke Masjid Tokyo Jamii sama Masjid Otsuka, juga ke daerah yang banyak toko dan makanan halalnya yang otomatis di sana ada beberapa toko yang menyediakan tempat sholat. Nah, kalo tempat tujuanku dekat dengan salah satu masjid tersebut maka aku akan sholat di masjid tersebut. Pilihan lain, biasanya aku kembali ke apartemen dulu untuk sholat, baru melanjutkan jalan-jalan. Atau aku pergi jalan-jalan setelah menjamak sholat Zuhur dan Asar.

Malah aku pernah pengalaman sholat di tempat parkir yang terbuka. Jadi, waktu itu aku lagi di Kyoto dan pergi ke Kinkakuji, karena sudah hampir lewat waktu sholat dan khawatir tidak sempat sholat saat pulang di rumah temanku, jadi aku melaksanakan sholat di tempat parkir. Tempat parkirnya luas dan masih ada beberapa mobil serta bus yang parkir. Aku mengambil lahan kosong di bagian pinggir, tepatnya di belakang salah satu mobil dan melaksanakan sholat. Awalnya rasanya aneh sih, tapi Alhamdulillah rasa tenang segera datang setelah melaksanakan sholat. Mungkin saat aku sholat ada beberapa orang yang melihat, namun mereka cuek dan segera berlalu. Jadi ya pede aja, biarin mereka mau mikir apa.

“Udah, ga usah sholat aja, sekali doang kan ninggalin sholat. Ga ada tempat sholatnya juga. Ga ada yang tau juga kalo kamu ninggalin sholat.” Bisikan seperti ini kadang datang dan mempengaruhi jiwa, dan terjadilah perang batin.

“Bener juga ya, buat apa sih solat?” pertanyaan ini juga sempat terlintas dalam pikiran. Astaghfirullah.

“San, sholat itu buat diri kamu sendiri. Buat mempertahankan cahaya lampumu di akhirat nanti biar bisa menerangi jalan masuk ke surga-Nya.”

“Tapi kan sama aja kalo aku sholatnya juga ga bener, cepet-cepet gitu. Mending ga usah sholat sekalian daripada sholatnya juga ga diterima”

“Emangnya kamu tau solatmu yg diterima itu yg gimana? Yg ga diterima yg gimana? Yang tau kan cuma Allah. Bisa jadi, pas kamu sekarang sholat, meski menurutmu ga bener, malah diterima Allah soalnya kamu bisa melawan bisikan setan dan tetap istiqomah buat sholat.”

“Hmm iya sih”

“Nah, ya udah  mending kamu sholat deh. Ga ada ruginya kok. Malah kamu sendiri yg rugi kalo ninggalin sholat.”

“Oke, aku sholat deh”

Hahaha, kurang lebih begitulah. Alhamdulillah, bisikan malaikatnya bisa menang melawan bisikan setan. Yak, intinya Islam itu ternyata tidak pernah menyulitkan, namun seringkali manusia saja yang justru membuatnya tak mudah.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s