Posted in feeling, heart, Islam

Satu Kunci yang Sama

Aku selalu tak mengerti bagaimana kedua orang dipersatukan, tanpa berbicara, tanpa bercengkrama, bahkan tanpa saling sapa.

Aku selalu ingin tahu bagaimana cara kedua orang dipersatukan. Padahal mungkin mereka berada di tempat yang sama. Pernah saling berpapasan. Tapi tak pernah menyampaikan rasa, hanya menunduk malu menyimpan rahasia .

Aku selalu bertanya bagaimana kedua orang dipersatukan. Meskipun baru saja saling mengenal. Mungkinkah lewat tatap mata? Mungkinkah lewat suara? Atau mungkin lewat tulisan?

Sulit sekali memahami takdir. Dia selalu menyimpan banyak cara dan seringkali tak pernah terduga. Maka, biarkan aku mengirim doa. Mengambil kunci mengantarkan rasa. Mungkin kau yang di sana, yang sampai sekarang tak pernah kutahu kau siapa, juga sedang mengirimkan doa. Untuk mengambil kunci yang sama. Hingga akhirnya kita berdua berdiri di depan pintu, mengenggam satu kunci yang sama dan melangkah masuk bersama.

Advertisements

2 thoughts on “Satu Kunci yang Sama

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s