Posted in experience, feeling, heart, Japan

Kiriman Bunga

Tenang, tulisan ini bukan kisah romantis antara dua sejoli yang sedang menjalin cinta. Bukan pula cerita tentang hati yang berbunga-bunga mendapat kiriman dari sang kekasih yang nun jauh di sana. Yang penting tulisan ini tidak menumbuhkan rasa baper dan galau tentang si dia #eh Walaupun sebenernya bisa dibilang sedikit sih #ehlagi Oke, kita akhiri saja prolog yang sudah makin tak jelas ini.

Aku ingat hari itu merupakan hari Ahad yang nyaman, karena aku bisa beristirahat di kamar sambil menonton film favoritku ditemani segelas teh hijau yang hangat *lupa sih sebenernya ngapain :p* Cuaca hari itu juga biasa-biasa saja, tidak ada yang spesial. Paling hujan turun lumayan deras, tapi itu biasa saja karena memang sedang musim penghujan. Layar handphoneku berkedip. Segera kupanjangkan tangan meraih handphone yang kira-kira berada setengah meter di sampingku. Notifikasi dari media sosial yang khas dengan warna hijaunya itu hampir memenuhi layar handphoneku. Saaya sent a photo. Aku langsung menekan pilihan view, pertama karena dia temanku yg nun jauh di sana dan dia benar-benar orang spesial saat aku di Jepang, kedua karena aku ingin segera tau foto apa yang dia kirim.

537765377753778

Menunggu loading foto terbuka dan saat melihat bunga favoritku di layar kaca, aku terharu dan bahagia. Meski hanya lewat foto. Sudah lebih dari cukup. Dan yang membuatku bahagia selain foto itu sendiri adalah fakta bahwa Saaya masih ingat kepadaku dan -entah dia tau atau tidak bahwa aku memang suka bunga sakura- dia mengirimiku foto bunga yang indah itu. “Belum mekar semua, aku akan coba lagi minggu depan” Begitu pesan yang dia kirimkan setelah mengirim foto-foto di atas. Aku pun mengucapkan terima kasih dan membalasnya. “Ya, aku yakin itu akan sangat cantik jika semuanya telah mekar” Percakapan pun terhenti.

Negara yang pernah aku kunjungi saat suhunya terasa dingin itu, kini sudah mulai menjadi lebih hangat. Menyapu bersih semua gumpalan putih yang turun dari langit. Mulai membangunkan tumbuhan dari nyenyaknya tidur. Mengajak burung-burung untuk mulai bernyanyi riang. Entahlah, sepertinya musim semi adalah musim favoritku, meski aku belum pernah merasakan musim semi. Tapi membayangkannya saja sudah cukup membuatku bahagia dan ikut bersemangat. Musim semi terasa seperti musim yang penuh semangat. Setelah hawa dingin menyerang, maka musim semi datang seakan menjadi penyelamat dari sedihnya hati.  Dulu, saat aku masih di sana, aku pernah merasakan sehari yang lebih hangat meskipun saat itu masih musim dingin. Orang-orang membuka jaket musim dinginya, bahkan ada beberapa orang yang hanya menggunakan kaos dan celana jeans ke luar rumah. Katanya itu angin musim semi pertama. Itu cuma satu hari, untuk kemudian keesokan harinya udara dingin datang lagi.

Hingga hari ini. Merupakan minggu depan yang dia janjikan. Handphoneku berbunyi dan layarnya berkedip. Saaya sent a photo. Sebenarnya aku sudah menunggunya mengirimkan foto-foto itu. Aku sudah menunggu kiriman bunga darinya. Aku segera membukanya dan menunggu loading foto. Ada total 5 foto yang dia kirimkan padaku. Dua fotonya merupakan foto dia dengan latar belakang bunga sakura dan keramaian orang.

545305453154533

Terima kasih Saaya untuk kiriman bunganya. Kau membantuku berkhayal tentang musim semi. Semoga  kesempatan untuk merasakan musim semi dan melihat bunga favoritku itu secara langsung segera datang.

Advertisements

4 thoughts on “Kiriman Bunga

    1. iyaaa itu nama orang, jdi inget wktu ngajarin B. Indo ke Saaya, dia paling seneng bilang “Nama saya Saaya” mudah katanya xD
      Kalo mulai bloom kayaknya sama kok, akhir maret jg. Cuma belum mekar seutuhnya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s