Posted in book, Islam

Book Review : Reclaim Your Heart by Yasmin Mogahed

Kali ini mau review buku “Reclaim Your Heart” karya Yasmin Mogahed. Bukunya bagus banget, beneran memberikan pemahaman yang semakin memantapkan hati dan membuka pikiran dari belenggu kehidupan dunia. Sesuai dengan tulisan di cover bukunya “Personal insights on breaking free from life’s shackles”.

Ini bagian introduction dari bukunya:

Reclaim Your Heart is not just a self-help book. It is a manual about the journey of the heart in and out of the ocean of this life. It is a book about how to keep your heart from sinking to the depths of that ocean, and what to do when it does. It is a book about redemption, about hope, about renewal. Every heart can heal, and each moment is created to bring us closer to that transformative return.

Reclaim Your Heart is about finding that moment when everything stops and suddenly looks different. It is about finding your own awakening. And then returning to the better, truer, and freer version of yourself.

Menurutku, Yasmin Mogahed berhasil menuliskan buku ini dengan sederhana tetapi mengena di hati. Kalo yang aku tangkep, di bagian awal buku ini intinya mengajarkan tentang tauhid, tapi yang unik adalah cara menyampaikannya ga kayak buku-buku agama yang jelasin tentang apa itu tauhid, ada berapa macam tauhid, dan teori-teori lainnya. Buku ini langsung mengambil contoh sesuai dengan kehidupan sehari-hari. Contohnya aja subjudul dari buku ini yang pertama adalah “Why Do People Have To Leave Each Other?” yang menjelaskan tentang pengalaman pribadi Yasmin Mogahed bahwa dia merupakan tipe orang yang sangat bergantung kepada orang lain, tapi ternyata dia sadar bahwa suatu saat orang tersebut akan meninggalkan dia dan dia kehilangan tempat bergantung. Kemudian dari sinilah Yasmin Mogahed menyadari bahwa satu-satunya tempat bergantung hanyalah Allah Swt. Lebih jelasnya bisa dibaca sendiri bukunya, really recommended!

Selain tentang tauhid buku ini juga mengajarkan banyak topik lainnya. Aku mau nulis beberapa pelajaran yang bisa aku ambil setelah membaca buku ini (sebenernya banyak banget sih, tapi ini cuma aku tulis sebagian):

  1. Put only Allah in heart. Selama ini mungkin sering banget aku kecewa karena tidak mendapatkan hasil yang sesuai dengan keinginan. Kenapa hal ini bisa terjadi? Ini terjadi karena aku masih meletakkan hal tersebut di hati. Seharusnya satu-satunya mengisi hati kita hanyalah Allah Swt. Sedangkan untuk yang lainnya, baik orang lain ataupun barang-barang kesukaan kita, letakkanlah di tangan agar bila suatu saat orang yang kita sayangi atau barang yang kita sukai itu pergi dan hilang, kita ga akan sakit hati, setidaknya cuma sakit tangan aja (?)
  2. Kebebasan bukan berarti tidak bergantung dengan siapapun atau apapun. Namun kebebasan adalah hanya bergantung kepada Allah Swt. Ada kalanya saat berharap kepada orang lain, kekecewaan yang justru kita dapatkan, karena ternyata harapan kita melebihi kemampuan seseorang dan kenyataan yang ada (duh bingung ngomonginnya gimana). Intinya jangan pernah takut sendiri, karena selalu ada Allah.
  3. Allah knows best. Ini tepatnya di sub judul “Closed Doors And The Illusions That Blind Us” Di bagian ini Yasmin Mogahed bercerita tentang anaknya yang berusia 22 bulan ingin menutup pintu mobil tapi Yasmin Mogahed tau bahwa anaknya dalam bahaya (mungkin tangannya bakal kejepit atau sesuatu yg jelas bikin anaknya ga aman), akhirnya beliau menggendong anaknya dan menjauhkannya dari pintu mobil lantas si anak menangis. Hal ini membuat Yasmin Mogahed berpikir bahwa dalam hidup ini seringkali kita juga merasakan hal tersebut. Di saat kita ingin mendapatkan sesuatu tetapi ternyata tidak bisa, di saat itulah Allah sedang menjauhkan kita dari sesuatu yang mungkin memang tidak baik untuk kita. Sesuai dalam surat Al Baqarah (2) ayat 216, Allah tau yang terbaik.
    “… But it is possible that you dislike a thing which is good for you, and that you love a thing which is bad for you. But Allah knows, and you know not.” (Quran, 2:216)
    “It means that once we ask, do our part to the utmost, and put our trust in Allah, we are pleased with what Allah chooses for us. And we realize that Allah answers all du`a’ – but not always in the form we expect. And that is simply because our knowledge is limited, and His is unlimited. In His infinite knowledge He may send us what He knows to be better for us in achieving the ultimate end: the pleasure of Allah (swt).”
  4. Pentingnya menjaga solat. Perintah solat sangat spesial karena untuk memberikan perintah ini, Allah tidak mengirim malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad tapi secara spesial memanggil Nabi Muhammad ke langit ke tujuh yaitu dalam peristiwa Isra Mi’raj. Awalnya solat diperintahkan untuk dilakukan sebanyak 50x dalam sehari. Wah kebayang gak tuh kalo 50x sehari kayaknya ga pernah beranjak dari atas sajadah ._. Walau pada akhirnya “ditawar” Nabi Muhammad menjadi 5x kali sehari. Dari sini justru lebih menjelaskan bahwa tujuan dalam hidup ini adalah memang beribadah kepada Allah. Namun, sayangnya sekarang ini kita justru menyelipkan solat di sela-sela kesibukan, padahal seharusnya menempatkan kegiatan kita di sela-sela solat.
    “The covenant between us and them is prayer, so if anyone abandons it, he has become a disbeliever.” [Ahmad]
    “It sounds comical, but the truth is, we put the needs of our body above the needs of our soul. We feed our bodies, because if we didn’t, we’d die. But so many of us starve our souls, forgetting that if we are not praying our soul is dead. And ironically, the body that we tend to is only temporary, while the soul that we neglect is eternal.”
  5. Nilai seorang wanita dalam Islam tidak diukur dengan kecantikan rupa, ukuran pinggang, atau jumlah laki-laki yang menyukai namun diukur dengan skala yang lebih tinggi dengan ketaqwaannya (kalo di bukunya sih dibilang dengan righteousness and piety, bingung terjemahan yang benernya apa jadi aku tulis aja ketaqwaan). Sayangnya, sekarang dalam era feminisme Barat, standar yang digunakan adalah standar pria. Seorang wanita harus bisa melakukan apa yang pria lakukan, padahal jelas bahwa pria dan wanita itu berbeda. Allah menilai manusia pria dan wanita bukan dari kesamaannya, tetapi justru dari perbedaan yang memang sudah ada penilaian masing-masing untuk pria dan wanita.
    “What she didn’t recognize was that God dignifies both men and women in their distinctiveness—not their sameness.”

Sebenernya masih banyak banget pelajaran yang didapat dari buku ini, tapi segini dulu aja. Lainnya bisa dibaca di bukunya, cari ebooknya juga ada kok ._.v Oh ya bukunya bahasa Inggris, jadi yang udah pinter bahasa Inggris langsung aja baca bukunya. Kalo yang belum kayak aku, ya gapapa, baca juga sekalian belajar bahasa Inggris khususnya reading skill sama nambah vocab baru.

Advertisements

4 thoughts on “Book Review : Reclaim Your Heart by Yasmin Mogahed

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s