Bertahan

Dia menengadahkan kepalanya ke langit. Menahan air matanya untuk tak tumpah. Entahlah, dia lupa ini sudah ke berapa kalinya dia mencoba bertahan, atau mungkin mencoba untuk sok kuat. Dia tahu dia lemah. Dia tahu dia terlalu sensitif. Dia hanya tak ingin lemahnya terlihat, dia hanya tak ingin sedihnya diketahui. Mungkinkah dia terlalu memaksa diri? Entahlah.

Dia menghela nafas. Menarik nafas dan menghembuskannya perlahan hanya berusaha untuk menenangkan diri. Lagi, rasa yang sama itu terulang kembali. Rasa di mana dunia seperti tak mau berpihak lagi padanya. Dia terhujam hingga ke palung terdalam, meninggalkan udara beraroma kelam. Dia sudah tak tau ini yang keberapa kali. Seharusnya dirinya sudah kebal, tapi dia justru merasa hilang. Hatinya justru semakin lemah, semakin mudah membawa duka. Mungkin sudah tak ada lagi yang tertinggal darinya.

Namun kadang dia masih bisa mendengar asa entah dari mana. Menyuruhnya untuk tetap kuat dalam menjalani segala duka. Membuat dirinya bangkit meski hatinya masih merana. Mengajak dirinya keluar mencari terang cahaya.

Bertahanlah.

Satu bisikan ini, mungkinkah dariNya?

Advertisements

2 thoughts on “Bertahan

  1. cinta1668 July 22, 2016 / 10:42 am

    Ih bagus ceritanya.

    Salam kenal ya Sania 😊

    • saniarifa July 22, 2016 / 2:32 pm

      Makasih mbak, salam kenal juga 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s