Posted in Uncategorized

Tokyo Disneyland (2)

Oke, jadi ini adalah lanjutan dari cerita sebelumnya, bisa dibaca di sini.

Setelah makan siang, kami melanjutkan ke atraksi berikutnya. Sebenernya Sa lebih merekomendasikan shopping dibanding atraksi karena biasanya jam segini masih sepi untuk shopping. Tempat shopping biasanya lebih rame sore-malem, soalnya emang udah mau tutup kan ya. Tapi aku lebih milih main atraksi lagi, akhirnya kami lanjut ke atraksi.

Atraksi kali ini adalah Big Thunder Mountain. Nah, atraksi ini merupakan salah satu atraksi favorit pengunjung, semacam roller coaster dengen latar belakang tempatnya dibuat seakan di gunung gurun gitu. Waktu tunggunya sekitar 90 menit. Di sela waktu menunggu itu, kami saling belajar tentang bahasa, jadi mereka mengajari bahasa Jepang dan aku mengajari beberapa kosakata sederhana bahasa Indonesia kepada mereka. Ga kerasa udah hampir giliran kami naik roller coaster, tapi Sa justru keluar dari barisan dan bilang bakal nungguin di pintu keluar karena dia emang ga suka atraksi semacam ini. Seru banget!! Walau menurutku roller coasternya kurang tinggi dan atraksinya ga terlalu mencekam.

big-thunder-mountain
Antrian ke Big Thunder Mountain. Waiting time : 90 menit!

Selanjutnya lanjut ke atraksi berikutnya, masih berhubungan dengan atraksi yang memicu adrenaline masih sejenis roller coaster juga yaitu Splash Mountain. Jadi kalo tadi latar belakangnya gunung pegurunan, kali ini latar belakangnya di gunung persungaian, ada air terjunnya juga. Ini jadi atraksi favoritku di TDL. Kenapa? Karena di sini tipe roller coasternya ga cuma ngebut terus, tapi ada waktu buat istirahat, merasa relax dan bisa melihat pemandangan yang telah disediakan. Selain itu di atraksi ini bisa mengantisipasi kapan sirkuitnya naik dan kapan turun, jadi meskipun turunannya tajem, tapi udah siap mental. Hehe. Terus di sini ada fasilitas buat  foto saat sirkuit kami turun menuruni air terjun. Risikonya kamu bakal kecipratan air. Waktu liat hasil fotonya lucu banget deh ekspresi kita. Oiya, Sa juga ga naik atraksi ini.

Setelah dipuaskan dengan atraksi yang memicu adrenalin, kami lanjut ke atraksi yang selow yaitu Mickeys Philhar Magic. Ini adalah sebuah teater 3D, jadi semua pesertanya diberikan kacamata 3D dan disajikan dengan tayangan tentang Donald Duck yang jalan-jalan ke dunia disney. Ada tokoh disnye yang lain yaitu mermaid, aladin, peterpan, mickey mouse dan pertunjukkannya diakhiri dengan Donald Duck yang terlempar ke bagian belakang kursi penonton. Menurutku bagus sih, walau mungkin memang lebih asik buat anak kecil bahkan sampai Ri di sebelahku malah tidur.

mickey-philhar
Pertunjukkan 3D tentang dunia disney

Dari Mickey, kami langsung ke tempat selanjutnya yaitu It’s a Small World. Nah, kalo yang ini kayaknya emang didesain beneran buat anak kecil deh soalnya yang ngantri di sana mayoritas anak kecil. Di sini kami naik perahu dan mengelilingi dunia, tapi dunia dikemas dalam bentuk boneka-boneka lucu yang menggunakan atribut khas atau bangunan khas dari suatu negara. Selain memang alasan kami memilih ini adalah karena antriannya yang pendek, tapi bagus juga kok.

Oke, setelah melewati atraksi yang selow, kami lanjut lagi ke atraksi yang ga selow yaitu Space Mountain. Salah satu jenis gunung lagi nih. Dari namanya aja udah tau lah ya kalo ini adalah gunung di luar angkasa. Sebenernya antriannya rame juga, hampir sama kayak big thunder mountain, tapi kami dapet tiket khusus yaitu fast pass yang udah disiapin Sa. Sa is the best lah! Akhirnya kami lewat jalur fast pass dan waktu tunggunya cuma bentar (Iya, bahkan jalur fast pass aja masih nunggu). Jadi kamu naik sejenis roller coaster juga tapi uniknya jalur yang kamu lewatin ga keliatan karena saat masuk ke ruangan ini semuanya gelap dan hanya ada kilat-kilat cahaya. Rasanya lebih kayak badan kamu diguncang-guncang ga tentu arah terus tiba-tiba udah selesai. Hmm, seru sih tapi ya gitu rasanya. Jadi dari 3 gunung tadi yang paling favorit itu adalah Splash Mountain! 🙂

Atraksi Splash Mountain menjadi atraksi penutup. Hari sudah menjelang malam, maka kami memutuskan untuk makan malam dan pergi shopping ke toko souvenir Tokyo Disneyland. Setelah membeli beberapa souvenir ternyata masih ada beberapa pertunjukkan yaitu parade malam hari serta light performance di kastil cinderella. Sebenernya masih mau nungguin sampe light performance nya selesai tapi karena udah malem dan keesokan harinya kami masih harus masuk kerja, akhirnya kami harus menyudahi perjalanan kami di Tokyo Disneyland. Rasanya sedih, dan gamau pulang, bahkan saat jalan pulang aja masih noleh-noleh ke belakang buat liat light performance yang masih lanjut. Well, berkunjung ke Tokyo Disneyland beneran salah satu my dream come true sesuai tagline nya yaitu “Where Dreams Come True!” “Where the magic begin!”

20160211_185002_1
Light Parade at night. Mickey and Minnie
light-performance-at-castle
Light Performance at Castle!

 

Advertisements

2 thoughts on “Tokyo Disneyland (2)

  1. Keren, salh satu dream saya juga nih ke Disneyland, secara saya suka sekali nonton film film disney sampai sekarang. Gak tau kapan dan Disney yang mana yang bakal saya kunjungi. Tiketnya berapaan mbak?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s