Perjalanan ke Osaka-Kyoto (part 3)

Ini bagian terakhir cerita perjalananku ke kyoto-osaka. Bagian sebelumnya bisa dibaca di part 1 dan part 2. Pada postingan kali ini aku mau cerita tentang jalan-jalan di Osaka sebelum keesokan harinya aku harus balik lagi ke Tokyo. Hari itu merupakan hari Minggu, aku bangun jam 6 pagi terus sholat Subuh (fyi karena lagi winter baru masuk waktu subuhnya emang sekitar jam 6). Lanjut tidur lagi terus bangun sekitar jam 9an, aku dan temanku siap-siap untuk pergi ke tujuan pertama kami yaitu Osaka Castle. Sebelum masuk ke Osaka castle, kami jalan-jalan dulu di taman yang saat itu lagi mekar-mekarnya bunga plum. Ternyata ga kalah cantik sama bunga sakura, dan wanginya juga enak banget. Ada seorang bapak yang dengan senang hati menjelaskan ke kami tentang bunga plum ini dan dia bilang kalo musim semi akan lebih indah lagi.

Setelah menikmati taman bunga plum, kami lanjut jalan kaki menuju Osaka castle. Keramaian turis sudah terlihat dari gerbang masuk Osaka castle. Selain itu stand makanan yang kami temui juga tak kalah ramai, akhirnya kami membeli kerupuk takoyaki (ngarang namanya, ga tau namanya apa, intinya itu semacam crepes, tapi versi asinnya dan ada squidnya). Well, taste good. Sebelum membeli tiket masuk ke dalam castlenya, kami sempat melihat keramaian orang membentuk lingkaran seperti sedang menonton sesuatu. Saat kami berjalan mendekat ternyata memang ada street performance yang sedang melakukan atraksi (I don’t know what’s the name of the attraction). Jadinya kami ikut menikmati pertunjukkannya hingga selesai, meski saat kami diberikan kantong untuk mengisi uang, kami tidak ikut memberikan uang. hehe Maaf ya mas.

Selanjutnya kami membeli tiket masuk ke dalam castlenya seharga 500 yen. Kami berjalan dari lantai satu hingga lantai paling atas outdoor. Dari sana, kami bisa melihat keindahan Osaka. Kalo menurutku di dalam castlenya itu bisa dibilang semacam museum, jadi ada penjelasan tentang asal usul pembangunan castlenya, terus ada lukisan-lukisan perang zaman dulu atau pemerintahn zaman dulu, kemudian ada thater mini juga yang menceritakan tentang osaka castlenya.

Setelah puas menjelajahi bagian dalam osaka castle, kami menuju pintu keluar. Aku kembali menghampiri stand makanan dan kali ini membeli dango. Selanjutnya aku juga pergi ke toko souvenir yang ada di sana dan membeli beberapa souvenir. Di toko souvenir ini aku bertemu dengan seseorang yang menyapaku dengan “Assalamu’alaykum” namun dia langsung pergi padahal aku belum selesai menjawabnya. Wajahnya merupakan wajah Jepang asli, jadi aku sebenernya juga tidak tau apakah dia seorang Japanese-Muslim, atau memang tau ucapan salam yang biasa digunakan umat Muslim. Setelah membeli souvenir, aku harus berpisah dengan Osaka castle.

Kami segera beranjak menuju tujuan selanjutnya yaitu Namba. Jadi di Namba ini merupakan daerah yang ramai dengan shopping mall. Waktu menunjukkan sekitar pukul 1 siang, aku dan temanku mencari pusat informasi dan bertanya tentang mushola. Ternyata di sini disedikan mushola! Kami diberikan kunci dan dipandu menuju ke mushola. Musholanya bagus, bersih, rapi dan terawat kemudian tempat putra dan putrinya juga dipisah. Alhamdulillah banget bisa ketemu mushola di negara yang minoritas Muslim ini. Alhamdulillah Allah selalu mempermudah jalan bagi hambaNya asalkan hambaNya juga serius ingin beribadah kepada Allah. Aku langsung menjamak solat Zuhur dan Asar. Kami duduk-duduk sebentar di dalam Mushola, menikmati kenyamanan ruangannya, tapi mengingat waktu yang diberikan hanya 15 menit (kami harus segera mengembalikan kunci sebelum 15 menit) maka kami segera beranjak dan mengembalikan kunci mushola ke bagian pusat informasi.

Selajutnya kami berjalan-jalan di keramaian shopping mall, kemudian mencoba beberapa makana khas Jepang seperti takoyaki dan oden. Tak lupa pergi ke glico man yang terkenal itu dan mengambil foto. Keterbatasan waktu harus mengakhiri jalan-jalanku hari ini. Aku dan temanku kembali ke apartemen temanku untuk mengemasi barang-barangku. Sekitar jam 7 malam kami pergi ke Umeda Sky Building, tempat di mana aku akan menaiki bus malam menuju Tokyo. Aku berpaminta dengan temanku dan mengucapkan terima kasih karena sudah menemaniku jalan-jalan di Kyoto dan Osaka. Kami berpelukan kemudian dia pergi kembali ke statisun untuk kembali ke apartemennya dan aku menuju bus ku untuk kembali ke Tokyo. Well, back to work!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s