Mensyukuri Cobaan Hidup

“Assalamu’alaykum”suara dari belakang dan tepukan di bahu membuyarkan lamunanku. Aku menoleh ke belakang dan mencari sumber suara tersebut. Sesosok muslimah dengan wajah teduhnya tersenyum padaku. Aku segera menjawab salam dan memeluknya. Aku sudah lama tak bertemu dengan sahabatku ini, sahabat yg setiap kali bersamanya selalu bisa memberiku ketenangan dan bisa membuatku merasakan keteduhan Islam. Dia seperti cerminan Islam yang sangat baik.

“Kamu lagi merenungi ap? Daritadi aku panggil tidak menoleh.”tanyanya padaku.

“Oh ya, maaf hehe,”jawabku yg memang sedang terlarut memikirkan masalahku.

“Aku hanya sedang menenangkan jiwa. Akhir-akhir ini banyak sekali cobaan dalam hidupku. Dimulai dari tidak diterimanya aku melamar pekerjaan hingga aku hampir diusir dari kontrakanku karena tidak punya uang lagi. Rasanya kok sulit ya, harusnya aku bisa sabar tapi aku justru menyalahkan Allah. Astaghfirullah.”aku segera menceritakan masalahku panjang lebar. Dia yg sudah sering menjadi pendengar curhatku selalu saja menanggapi curhatku dengan wajah tenangnya.

“Aku harus bagaimana?”tanyaku padanya. Dia tersenyum padaku dan memulai penjelasannya.

“Begini, biarkan aku mengingatkanmu tentang kisah Nabi Muhammad di tahun kesedihannya. Saat itu banyak sekali yg menolak dakwah Islam, Nabi Muhammad ditentang dan dicaci karena menyampaikan Islam. Di saat itu pula Allah mengambil orang tersayang yg selalu mendukung dakwah Nabi Muhammad yaitu pamannya Abu Thalib serta istri yg dicintainya Khadijah. Nabi Muhammad merasa sangat sedih namun saat masa itu tiba Allah menurunkan beberapa ayat dari Al Quran yang menceritakan tentang kisah Nabi Musa dan umatnya untuk mengingatkan bahwa tidak hanya Nabi Muhammad yg juga mengalami cobaan. Setiap orang beriman pasti akan mendapat cobaan apalagi Nabi Muhammad sebagai pengemban dakwah Islam.” Aku mendengarkan penjelasannya dengan seksama.

“Di zamannya, Nabi Musa dan umatnya juga dizhalimi oleh Fir’aun. Umat Nabi Musa disiksa bahkan bayi laki-laki pun dibunuh. Itu adalah cobaan yg sangat berat bagi umat Nabi Musa. Tapi kamu tau apa yg dikatakan Nabi Musa kepada umatnya?”dia menungguku menjawab pertanyaannya.

“Hmm, mungkin Nabi Musa menyuruh umatnya untuk bersabar dalam menghadapi cobaan?”jawabku mencoba menerka.

“Iya awalnya aku juga mengira begitu, karena biasanya saat seseorang mendapat cobaan kita akan berkata kepadanya “sabar ya”. Intinya kita akan berusaha menyabarkan orang tersebut. Begitu bukan?” tanyanya padaku dan aku balas dengan anggukan.

“Nah ternyata Nabi Musa berbeda. Hal yg menarik adalah Nabi Musa tidak menyuruh umatnya untuk bersabar. Nabi Musa menyampaikan firman Allah kepada umatnya bahwa: Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu. Jadi Nabi Musa justru menyuruh umatnya untuk bersyukur.” dia menatapku, berharap aku mengerti dengan penjelasannya.

“Maksudmu kau menyuruhku bersyukur sekarang? Di saat aku mendapat cobaan? Apa kau bercanda?!”balasku padanya tidak setuju. Aku masih berpikir bagaimana mungkin ketika seseorang mendapat ujian malah disuruh bersyukur. Setauku orang yg mendapat nikmatlah yg harusnya bersyukur, sedangkan orang yang mendapat ujian pantasnya bersabar.

“Aku tidak bercanda dan tentu saja aku tau itu sulit. Saat kita mendapat cobaan maka akan sulit sekali bagi kita untuk fokus pada apa yg kita punya karena kita terlalu fokus melihat ujian kita, kita terlalu fokus melihat masalah yang ada.”

“Begini, biar aku berikan perumpamaan. Ada dua orang anak, anak yg pertama mendapat sepotong kecil kue dan dia merasa sangat bahagia. Sedangkan ada anak kedua yang mendapatkan sepotong besar kue tetapi sudah dipotong sebagian kecilnya dan dia merasa sangat sedih. Kenapa? Karena dia hanya fokus pada potongan kuenya yg hilang. Padahal sebenarnya kue yg dia miliki lebih banyak dari kue yang dimiliki anak pertama tadi. Kau mulai paham kan maksud pembicaraanku?”

“Dalam hidup ini, bila kamu fokus terhadap sesuatu maka sesuatu itu akan terus tumbuh dan semakin membesar. Jadi bila kamu fokus pada masalahmu atau kamu fokus pada hal yg tidak kamu miliki, maka hal itu akan semakin terlihat besar di matamu dan membuatmu tidak bisa melihat apa yg sudah kamu miliki. Maka sekarang penting sekali untuk mengubah fokusmu. Fokuslah pada begitu banyak nikmat yang telah Allah berikan padamu.” Aku setuju dengan penjelasannya yg sangat logis tersebut, meski tak bisa aku pungkiri masih sulit bagiku untuk segera bersyukur saat mendapat cobaan.

“Oh ya, ada juga salah satu ayat favoritku di Surah Al Insyirah, yang berbunyi “Inna ma’al usri yusro” Kau tau artinya kan?” lagi-lagi dia bertanya padaku.

“Iya aku tau ayat itu. Artinya menunjukkan bahwa sesudah kesulitan ada kemudahan, kan? Aku juga suka ayat tersebut.” aku segera menjawabnya

“Bisakah kau menjelaskan makna ayat tersebut?”tanyanya lagi.

“Hmm, iya jadi setelah kita mendapat kesulitan maka akan selalu datang kemudahan kan?”sepengetahuanku begitu arti ayatnya.

“Sebenarnya itu kurang tepat, yg lebih tepat adalah bersama kesulitan ada kemudahan. Pada setiap kesulitan, Allah pasti akan membersamainya dengan kemudahan.”

“Ya aku juga masih sulit menerapkannya. Di saat ada cobaan, aku terlalu fokus pada cobaan itu. Di saat aku punya 100 hal yg aku miliki tapi aku tidak punya 1 hal maka aku akan melihat pada 1 hal yg tidak aku punya tersebut. Hal yang wajar bila seseorang mendapat cobaan, maka hatinya akan terluka, merasa sedih, atau kecewa, dan itu akan membuatnya terlalu fokus pada masalahnya sehingga tidak bisa melihat hal lain di luar masalah tersebut. Saat itu tiba maka berusahalah untuk terus mengingat hal yg kau miliki. Berusahalah untuk bersyukur. Bisikkan pada dirimu, aku bersyukur masih punya mata telinga hidung mulut yg berfungsi dengan baik, aku bersyukur masih sehat, aku bersyukur yg sakit hanya sebagian kecil tubuhku, aku bersyukur masih bisa berfikir. Carilah nikmat yg tak terhitung banyaknya agar kau terus bersyukur.”

“Yang harus kita sadari adalah Allah memang memberikan kita kesulitan, Allah memberikan kita bencana dan kelaparan tetapi Allah juga memberikan kita rumah dan makanan. Allah memberi kita kemampuan untuk segera beradaptasi dengan cobaan atau ujian yg kita dapatkan. Jadi, tugas kita sebenarnya adalah tetap fokus pada apa yg kita punya sehingga Allah akan menambah nikmat kita, entah lewat apapun atau dalam bentuk apapun. Maka fokuslah pada apa yg sudah Allah berikan kepada kita. Yakinlah Allah memberikan kita cobaan yg selalu sepaket dengan kemudahan. Fokuslah pada cahaya yg ada di sekelilingmu sehingga kegelapan akan hilang. Fokuslah pada hal yg kau miliki dan bersyukurlah.”

Penjelesannya panjang, tapi aku tak pernah lelah untuk mendengarkannya. Kali ini aku diingatkan tentang bersyukur. Bukan bersyukur saat mendapat nikmat, tapi bersyukur saat mendapat cobaan. Aku beruntung mempunyai sahabat sepertinya.

“Ya sudah, aku duluan ya, aku masih ada urusan. Ingat jangan lupa untuk terus bersyukur,”dia izin berpamitan sambil memberikan senyum hangatnya. Kami berpelukan dan saling berjanji untuk tetap menjalin silaturahmi satu sama lain. Aku lihat sosoknya pergi menuju parkiran. Kami saling melambaikan tangan.

Aku juga segera beranjak pergi saat temanku datang menghampiri.

“Aku lihat kau baru mengobrol dengannya. Bagaimana operasinya?”pertanyaan temanku membuatku heran.

“Maksudmu operasi?”

“Iya, 1 minggu yg lalu dia baru menjalani operasi pengangkatan payudara, dan setauku hari ini dia akan pulang ke kampung halamannya karena ibunya yg sedang menderita kanker meninggal dunia. Kau belum tau?”

Detik aku mendengar kabar itu, rasanya aku ingin pingsan. Aku menyesal telah berkeluh kesah dengannya, padahal cobaannya lebih berat dari cobaanku, tapi justru dia yg mengingatkanku, menghiburku. Ya Allah, maafkan hambaMu ini yg masih sangat kurang bersyukur. Berikan hamba kemudahan untuk selalu memiliki hati yg bersyukur dan lisan yang terus berdzikir. Aamiin.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s