Posted in dream

Melukis Impian

Bismillahirrohmanirrohim.

Pada postingan kali ini saya akan menulis tentang impian saya. Melukis impian ini terinspirasi dari TED Talknya “Draw your future – Patti Dobrowolski”. Setelah menonton itu saya menjadi tertarik untuk melukis impian saya, dan akhirnya lukisan yang sangat simpel dan  sederhana tentang impian ini saya buat di selembar kertas HVS. Mungkin lebih tepat disebut oret-oretan dibanding lukisan.

impian
Ini dia oret-oretan impian saya! 🙂

Continue reading “Melukis Impian”

Posted in dream, experience, Japan, Travelling, trip

Tokyo Disneyland! (1)

Lagi scrolling foto-foto lama, terus kangen. Berhubung beberapa postingan terakhir di blog ini adalah tentang curhatan perasaan yang ga jelas semua dan kebanyakan memunculkan sisi melankolis yang kalo dibaca ulang, jadinya kok kayak hidup ga ada seneng-senengnya gitu, ya udah sekalian aja posting tentang yang bahagia.

“Where Dreams Come True!” “Where the magic begin!”

Kalo denger kata-kata itu, langsung inget disneyland kan? #padahalenggak #yaudahgapapa

Tapi beneran deh, sekalinya menginjakkan kaki di sana rasanya bahagia banget, kayak tiba-tiba kamu pengen senyum terus, semuanya jadi bahagia gitu (tiba-tiba kepikiran surga, pasti bahagianya berkali-kali lipat saat kamu nginjekin kaki di sana untuk yang pertama kalinya :”). Waktu masih di kereta aja terus udah liat atraksi disneyland, rasanya tuh “waw I’ve never imagined that I will be there soon” gitu.

Terus kamu turun dari kereta, ngeliat tanda panah yang menunjukkan arah ke tokyo disneyland, ngeliat keramaian orang-orang pake atributnya disney mulai dari bando mickey-minnie, topeng pemeran film-film disney, anak-anak pake gaun elsa anna, terus kamu jalan lagi dan ngeliat gerbang dengan tulisan tokyo disneyland, kamu ngelewatin gerbang itu terus jalan lagi dan kamu ngescan tiket kamu buat masuk and…. YES, it’s dream come true! Sebahagia ini mengenang memorinya 🙂

gerbang-tdl
Welcome to Tokyo Disneyland!

Oke jadi ini mau cerita tentang perjalanan di tokyo disneyland (caution: kayaknya ini bakalan panjang, karena lagi mood nulis panjang).  Hari itu kamis, 11 Februari 2016, adalah hari libur nasional di Jepang (hari pembentukan negara). Aku dijemput Ri (nama disingkat) di apartemenku jam 7.30, rencananya kami mau sarapan dulu tapi sayangnya cafe yg biasanya jualan roti belum buka. Akhirnya kami langsung jalan ke stasiun tokyo (jarak apartemenku ke stasiun tokyo deket banget, jalan kaki sekitar 5-10 menit) dan beli onigiri di warung makan di stasiun tokyo. Stasiun Tokyo gede banget, banyak jalur kereta nya, bisa kesasar kalo sendirian untung ada Ri yang dengan sigap jalan menyusuri keramaian manusia menuju Keiyo line. Dari Keiyo line ini keretanya udah bisa langsung nyampe ke stasiun Tokyo Disneyland (TDL). Aku sama Ri langsung naik ke kereta dan ketemuan dengan Sa. Kami bertiga naik kereta menuju ke stasiun TDL.

Sesampainya di stasiun TDL, kami ketemuan dengan Yo, dia udah nunggu kami dari tadi. Kemudian dipimpin Sa yang emang udah berpengalaman dengan TDL (udah sering banget ke TDL, udah hafal jalan-jalannya, letak atraksinya, udah cobain hampir semua atraksinya) kami langsung bergegas menuju gerbang masuk TDL. Kalo kata Sa, harus cepet biar bisa nyobain banyak atraksi. Oke, gas!

kastil
Highlight of Disneyland. Cinderella Castle 🙂

Waktu pertama masuk langsung ada dekorasi frozen karena waktu itu lagi musim dingin dan frozen lagi hits2nya. Langsung ngeliat kastil megah cinderella (ciri khasnya disneyland). Sayangnya hari itu kastilnya ga bisa dimasukin karena ada sesuatu masalah. Aku, Ri, sama Yo langsung menuju atraksi pertama yaitu “Hunny Hunt”. Panjang banget antriannya, waiting time nya sekitar 1 jam dan ternyata waiting time 1 jam itu masih wajar. Karena ada atraksi lain yang bisa sampe 2 jam bahkan 3 jam. Menurutku agak ga sebanding sih, kamu nunggu 3 jam terus atraksinya cuma 10 menit. Tapi ya gitu, namanya juga pengorbanan demi sebuah atraksi favorit.

Waktu aku, Ri sama Yo ngantri di hunny hunt, Sa nanyain ke bagian informasi tentang tempat sholat. Ini yang aku seneng banget sama mereka, toleransinya tinggi, bahkan kalo pergi ke mana-mana mereka selalu mikirin tempat buat aku solat. Akhirnya Sa balik ke tempat kami dan ikut mengantri sekaligus memberikan kabar gembira kalo ada ruangan yang bisa dipake buat aku nanti solat zuhur dan asar.  Alhamdulillah. Setelah lama menunggu, tiba giliran kami menikmati atraksi ini. Jadi di sini kami kayak memasuki dunia Winnie the Pooh, terus ada ceritanya gitu sayangnya pake bahasa Jepang jadi aku ga ngerti -_- but I enjoy the attraction!

hunny hunt.jpg
Hunny Hunt

Setelah itu lanjut ke atraksi selanjutnya “Haunted House” Waiting time nya kurang lebih 30 menit. Untuk seseorang yang anti-horor, denger haunted house udah bikin aku ragu. Tapi ternyata ga serem! Jadi awalnya masuk ke gedung lama yang banyak lukisan2 gitu, terus orang di lukisannya bisa gerak dan mendesah serem (?) Terus kami naik kereta gitu buat menjelajahi haunted house. Narasinya pake bahasa Jepang, ga ngerti tapi Sa bantuin translate narasinya jadi lumayan ngerti. Hantunya kayak di animasi gitu yg pasti bukan hantu manusia (?)

Selesai juga deh haunted house dan waktu keluar dari sana lagi ada parade frozen. Jalanan udah rame sama orang yg duduk lesehan buat menyaksikan parade itu. Aku juga langsung berusaha maju ke depan, meninggikan kepala buat liat paradenya. Waktu keluar lagi bagian Anna terus disusul sama Olaf, si boneka salju dan Elsa. Langsung deh banyak foto-foto.

Sa ngingetin aku karena kita harus segera beranjak. Sa hebat banget deh udah jadi koor acara sekaligus time keeper juga. Okay, say goodbye to Frozen parade. Ternyata tujuan selanjutnya bukan atraksi tapi tempat makan. Padahal itu masih jam 11, tapi kalo kata Sa takut rame kalo makannya di waktu makan siang, jadilah kami early lunch. Kami pergi ke East side cafe dan di sana ada menu vegetarian, jadi aku pilih menu vegetarian, enak sih walaupun awalnya ngerasa kayak makan rumput dan daun doang ._.v Pelayannya di sini pake kostum waitress kayak di anime-anime, dan katanya kalo mau kerja di sini seleksinya ketat banget. Ya iyalah selain bayarannya yg pasti tinggi, kalo kata Ri, itu kayak impian para remaja buat kerja part time di tokyo disneyland! Mungkin bangga pernah kerja di tokyo disneyland.

Setelah itu lanjut sholat, aku ditemenin Ri pergi ke bagian informasi terus aku dipersilahkan masuk ke ruangan yang bisa aku pake buat solat. Kayaknya itu semacam ruang tamu tapi lebih dari cukup, tempatnya proper banget buat sholat. Terus Sa nanyain aku mau lanjut main atraksi apa shopping. Aku yang ga terlalu seneng shopping (kalo shopping ga pake uang, baru deh shopping :p)  jadinya lebih milih buat lanjut main atraksi.

Mulai lelah ngetik, mungkin sekian dulu deh. InsyaAllah nanti bakal dilanjutin ceritanya bagian seterusnya.

moments_0bc0f896-9cab-4246-a730-5e0570505623

Posted in college, dream, experience, fakultas kedokteran, Sharing

Tentang Keajaiban Doa

Saya ingat.

Saya benar-benar ingat setelah menonton video ini. Tentang dulu. Tentang bagaimana saya berdoa kepada Allah sehingga sekarang saya bisa berada di sini. Saya bisa menjadi salah satu mahasiswa di Fakultas Kedokteran UGM, salah satu kampus terbaik dan terbesar di Indonesia. Saya benar-benar ingat tentang bagaimana saya berdoa semaksimal mungkin. Bahkan saya masih ingat apa doa-doa yang saya sampaikan saat itu, di saat-saat menunggu pengumuman SNMPTN undangan.

Di saat itu, saya hanya bisa bertawakal. Bahkan saya masih ingat bagaimana gigihnya tawakal saya pada saat itu. Saya benar-benar mempercayakan segala hasilnya kepada Allah. Saya juga sudah menyiapkan mental apabila saya tidak diterima. Yang saya ingat, saya benar-benar akan menerima apapun hasilnya. Karena saya tau, bila saya tidak diterima, Allah akan selalu memberikan jalan yang terbaik.

When you pray. You are in a position to ask Allah to give you more than you are capable of. To give you more success than ever come from your own efforts. When you pray before Allah and you ask Him. He will provide you things that you could not of imagined.

Ya, ketika saya berdoa saat itu, saya benar-benar menghambakan diri saya. Karena saya tau saya hanya manusia biasa, yang tak bisa apa-apa tanpa izinNya. Kemudian di saat saya melihat tulisan “Selamat, Anda dinyatakan lulus SNMPTN 2013” semua rasa bercampur menjadi satu. Antara tak percaya namun tentu saja bahagia. Hari itu merupakan mukjizat terbaik yang pernah saya dapatkan.

But when does Allah give you so much extra?

When you wanna make Allah happy, the stuff that you wanted above and beyond anybody elses’ expectations is easy for Allah to give you. That’s no big deal for Allah. You just need to seek to make him happy.

Ingat, di awal post ini saya menuliskan bahwa saya masih ingat apa doa yang saya sampaikan kepada Allah. Saya yakin doa-doa itulah yang menjadikan saya sekarang bisa berada di sini. Saya yakin itulah sumber kekuatan saya. Karena tanpa doa, saya bukan apa-apa. Karena tanpa izin Allah saya tak mungkin bisa berada di sini. Di tengah teman-teman yang hebatnya berjuta-juta kali dari saya. Di tengah teman-teman yang selalu membuat saya kagum dengan kelebihan-kelebihan mereka. Bahkan kadang saya juga bertanya-tanya, apakah saya juga mempunyai kelebihan seperti mereka?

Namun biarlah kalimat itu selalu berakhir tanda tanya. Karena yang penting sekarang saya tau apabila kalian bertanya tentang apa kekuatan terbesar yang saya miliki? Saya rasa kalian sudah tau jawabannya 🙂

Posted in dream, experience, Japan, Travelling

Sakura

In this post, I just want to share some pictures taken by me. This is about my favourite flower and the story how I can see it directly and unexpectedly!

It started on Saturday, when I was planning to go to Tokyo Imperial Palace. It was a big place and I was kinda confused with the direction but Alhamdulillah I found the entrance to East Garden of Imperial Palace. I walked around it, enjoyed the environment. It felt so fresh and quiet. I loved it so much. Although it was winter and most of the tree lost it leaves, but still it looked beautiful.

Until then I walked and see a familiar tree. A familiar tree with its beautiful flower. At first, I didn’t believe that it was my favourite flower that I have always been dreamed to see. For all this time, I only could see through pictures. Then I came closer. I look at the small board attached to the branch of the tree ”カンザクラ” That’s what written on the small board.

20160116_111731

カンザクラ - Kanzakura. This is a species of sakura that bloom throughout winter!

Some people came. I heard they also talked something like “is it Sakura?” “Kireii” “Ah this is Kanzakura” Then I was sure that it was Sakura. It looked more beautiful than in the picture. Peoples took picture there, as for me I also took many pictures.

20160116_111840
It was beautiful. Can you see the bird playing with the flower? 🙂

There were 2 trees and both of them were beautiful. I took the pictures from many angles and distance. I didn’t know how to describe my feeling. But, it felt like miracle! You didn’t plan to see your dream flower, but Allah made you to see it. Yes, Allah plan will always be the best plan.

20160116_112215
Close up of Sakura.

My camera was full of Sakura photos, but I love it. I didn’t know how long I spent my time to capture the picture of Sakura.

20160116_111758.JPG
Look! A perfect combination with clear blue sky.

Then, on my way back to the entrance gate to go out from East Garden of Imperial Palace, I saw another beautiful tree with pink flower. I just realized when I reviewed the pictures in my camera that it’s also a kind of Sakura.

20160116_113957
This was also Sakura (or plum blossom?). Beautiful!

I really didn’t expect to see Sakura on Winter. I thought that on this season I wouldn’t have chance to see it, but as I said before Allah’s plan is always the best plan. Alhamdulillah, another dream has achieved!

20160116_115420
Finally, it just me and Sakura~

 

Posted in college, dream, experience, medicine, Sharing

Japan, InsyaAllah I’m Coming!

Pernahkah kalian merasa tangan dan kaki kalian dingin? Jantung kalian berdegup kencang? Kapankah itu? Saat ingin tampil di depan publik? Saat ingin ujian?

Kali ini aku merasakan semua itu saat mendapat kabar gembira. Detak jantungku meningkat, kaki dan tanganku merasakan dingin yang hebat. Semua ini berawal dari satu notifikasi email di handphoneku. Email dari AIESEC UGM, demi melihat AIESEC aku langsung mengklik tombol notifikasi tersebut dan membuka email tersebut.

Terlihat subjek email tersebut bertuliskan EISAI Project Final Selection.

Aku masih merasa biasa saja hingga mataku mengikuti kata yang tercetak merah bertuliskan “CONGRATULATIONS” dengan tambahan kalimat hitam di bawahnya “TOKYO IS WAITING FOR YOU” Aku berhenti membaca, mencoba memahami maksud tulisan tersebut, membiarkan otakku memproses semua informasi visual itu. Akhirnya aku putuskan untuk melanjutkan membaca email tersebut sampai habis.

125239

Sebenarnya otakku sudah berhasil mencerna isi email tersebut. Sebuah kabar gembira. Namun, aku masih tidak percaya. Rasanya tidak mungkin. Aku baca ulang lagi email tersebut. Kemudian aku segera menghubungi temanku, mengirimkan screenshot email yang aku terima, menanyakan maksud email tersebut, menanyakan bahwa semua ini bukan mimpi, memastikan bahwa memang aku lolos dan terpilih menjadi peserta intership Eisai project. Tak lupa aku juga membuka chat grup keluargaku, mengirimkan screenshot. “Itu apa mbak?” bapakku membalas chat tersebut. Saat aku ingin mengetik dan menjelaskan singkat tentang program tersebut, orangtuaku langsung menelpon. Hingga kujelaskan secara langsung tentang program tersebut via telepon. Bahkan aku belum sempat memberi tahu keluargaku bahwa aku mengikuti seleksi program tersebut, aku hanya baru memberi tahu kakakku saat aku lulus menuju tahap wawancara, untuk menanyakan tips-tips yang seharusnya dilakukan saat wawancara karena aku tahu kakakku seseorang yang sudah memiliki banyak pengalaman.

Proses seleksi Eisai tersebut bisa dibilang singkat, pertama aku diharuskan mengirimkan CV dan aku mengirimkan CV tersebut di hari deadline yaitu 12 Juni, tepatnya pukul 3:44 sore. Setelah itu aku mendapatkan email balasan dan disuruh mengisi form Statement for Purpose serta format CV lagi dengan deadline tanggal 14 Juni. Kemudian dilanjutkan dengan seleksi selanjutnya yaitu tahap wawancara langsung tanggal 18 Juni, namun karena aku sedang tidak berada di Jogja aku melakukan wawancara lewat skype. Setelah proses wawancara aku benar-benar merasa ruined and shame, aku merasa tidak memberikan yang terbaik. Hingga aku pasrah dan berharap setidaknya aku lulus dan pergi ke Jakarta pun sudah cukup menjadi pengalaman yang berharga bagiku.

Namun, kehendak Allah berkata lain. Aku justru diberikan kesempatan yang sungguh tak bisa aku percaya. Bahkan saat mengetik ini pun aku masih bertanya-tanya apakah semua ini nyata? Apakah semua ini benar? Apakah semua ini bukan mimpi? Aku diberikan kesempatan untuk bisa pergi ke negara yang sudah aku impikan sejak lama. Aku ingat sekali betapa aku menyukai bunga Sakura kemudian suatu hari aku mengepost gambar bunga Sakura dengan menuliskan kalimat di bawahnya. “Seeing cherry blossom give me my own pleasure. Hope to see it for real. InsyaAllah.” Dan teman-teman tutorialku bertanya, “San, mau ke Jepang ya? Oleh-oleh ya” Dan aku hanya menjawab “Hahaha ga kok, doain aja ya nanti suatu saat bisa ke Jepang”

And……. BAM! It’s a dream come true. Semua ini benar-benar sebuah keajaiban. Sebuah keajaiban yang sangat aku syukuri. Rasanya aku ingin menangis, namun tak bisa. Aku membiarkan rasa gembira itu memancar dan mengambil alih kedua bibirku untuk terus tersenyum. Aku segera menunaikan solat Zuhur (karena memang saat itu sedang memasuki waktu Zuhur dan aku belum solat Zuhur) dan berterima kasih kepada Allah sebanyak-banyaknya. Meski aku ga tau bakal kesampean ngeliat bunga Sakura atau ga, pun kalo ga bisa ngeliat bunga sakura, pohon sakuranya aja udah lebih dari cukup. Bisa pergi ke Jepang aja udah nikmat yang rasanya kayak mukjizat banget deh.

Namun, di sisi lain selain rasa bahagia dan perasaan excited ini ada rasa lainnya yang muncul. Rasa cemas, takut, ragu dan khawatir. Alhamdulillah, dukungan dan semangat itu selalu ada, baik dari my mind-control dan dari orang-orang terdekatku (tons of thankful notes is not enough to express how I feel grateful to have you and your support. But still, I want to say thanks and let God pay for your kindness). Keyakinanku juga senantiasa datang, bahwa Allah memberikan kesempatan ini kepadaku karena Allah yakin aku bisa melewatinya, jadi seharusnya aku yakin pada diriku sendiri. “You should be confidence with yourself!!!” Sempat terpikirkan juga bahwa bisa saja ini adalah ujian yang diberikan kepadaku, bagaimana aku tetap menjadi seorang muslim di tengah tanggung jawab dan amanah yang saat ini diberikan kepadaku. Bagaimana aku tetap berpegang teguh pada tali agama Allah, dan bagaimana aku menyikapi semua pemberian ini sesuai dengan ajaran yang telah disampaikan Baginda Rasulullah Saw. Semoga aku diberikan niat yang ikhlas dan bisa lulus menjalani semua ujian ini serta tetap ingat dengan tujuan utama hidupku. Aamiin.

Poster pg 1

Aku berharap dengan mengikuti program ini, selain tentu saja mendapatkan pengalaman yang berharga, aku juga dapat menyerap ilmu yang diberikan sehingga aku dapat berbagi dan menerapkan ilmu tersebut sekembalinya aku ke Indonesia. Doakan juga semoga semua proses untuk keberangkatannya (masih harus ngurus berkas-berkas, perizinan, dan lain-lain) dilancarkan sehingga aku benar-benar bisa menginjakkan kakiku di bumi Allah bagian Jepang.

Yogyakarta, 22 Juni 2015. SRZ.